Pesta Demokrasi, Pekerja Tempat Hiburan Wajib Dipastikan Ikut Memilih

Bagikan Bagikan
Tatap muka Polres Mimika dengan pelaku usaha tempat hiburan.

SAPA (TIMIKA) - Polres Mimika, Kamis (7/6), diruang pelayanan lalu lintas Kantor Pelayanan Polres Mimika menggelar kegiatan tatap muka bersama para pelaku usaha tempat hiburan, seperti bar, wisma dan timung yang ada di Kabupaten Mimika. Pertemuan tatap muka ini digelar dalam rangka menciptakan pilkada damai di Mimika.

Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korowa mengatakan, sejumlah hal yang disampaikan kepada pemilik usaha tempat hiburan bar, wisma dan timung adalah, pemilik usaha harus dapat memberdayakan pekerjanya dan menjadi bagian dalam menciptakan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) secara demokratis dan bermartabat.

“Pemilukada ini terkait pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan bupati dan wakil bupati. Para pekerja harus dapat diberdayakan dalam pesta demokrasi,” kata Korowa.

Oleh karena itu, pemilik tempat usaha hiburan harus dapat mengecek semua pekerjanya apakah sudah terdaftar dalam menentukan hak pilih atau belum. Jika belum, harus didaftarkan melalui RT setempat dan seterusnya. Sehingga, pekerja dapat dipastikan mempunyai hak pilih dalam pesta demokrasi nantinya.

“Harus dapat memastikan seluruh karyawannya untuk mendapatkan hak memilih dalam pilkada nantinya,” ujarnya.

Selain hal diatas, pada kesempatan ini Wakapolres juga menyampaikan pelaku tempat hiburan malam agar dapat memanusiakan pelanggan dalam hal keselamatan. Jika terdapat pelanggan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, pada tempat hiburan perlu memiliki ruang transit atau sebagai tempat beristirahat pelanggan. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi masalah ketika pelanggan harus pulang dalam keadaan mabuk.

“Perlu menjaga kenyamanan pelanggannya dengan menyediakan ruang transit, apabila yang bersangkutan mengonsumsi alkohol yang berlebihan,” kata Korowa.

Selanjutnya, pemilik usaha juga perlu untuk mendata pekerjanya, dan pekerja harus sesuai dengan umur, dalam hal ini tidak mempekerjakan anak di bawah umur. Pelaku usaha wajib memberikan arahan atau penjelasan kepada siapa saja yang masih dibawah umur, bahwa, tidak diperbolehkan bekerja pada suatu tempat usaha. Kalaupun ada anak dibawah umur yang ingin mencari kerja sambilan untuk mencari nafkah, itupun harus diberikan tempat yang layak. Seperti misalnya kerja mencuci piring atau pakaian, pelaku usaha tidak bisa memaksakan untuk bekerja pada tempat usaha hiburan, apalagi tempat hiburan malam. “Hal ini harus menjadi perhatian pemilik usaha terhadap pekerjanya,” ujarnya.

Dalam hal kesehatan, pemilik usaha agar dapat menjaga hidup sehat para pekerjanya dengan membangun komunikasi baik bersama pihak kepolisian dan terutama dinas kesehatan. Dimana, pekerja harus mendapatkan perawatan kesehatan puskesmas maupun rumah sakit terdekat secara rutin.

“Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting. Sehingga pekerja mempunyai hak hidup sehat.

Jaga ketentraman lingkungan, jangan mengganggu kehidupan orang lain. Hal ini sering terjadi dan terabaikan oleh pemilik usaha,” ungkapnya.

Menurut Korowa, apabila hal-hal diatas belum semuanya dilakukan oleh pemilik usaha tempat hiburan, maka, pemilik usaha diminta untuk segera menata diri.

“Misalnya miras, harus memiliki administrasi, demikian juga yang pekerja dan usianya pas dengan orang yang bekerja. Sebab ada konsekuensi, apabila ada hal-hal tersebut di abaikan. Disaat ada razia dan tidak melengkapi diri maka, tempat usaha dapat di tutup,” jelasnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment