85 Pengurus Baru FORMI Mimika Dilantik

Bagikan Bagikan
Pelantikan pengurus baru FORMI Kabupaten Mimika oleh perwakilan Sekretaris FORMI Provinsi Papua.

SAPA (TIMIKA) – Sebanyak 85 pengurus baru Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Mimika untuk masa bakti  2018-2022 resmi dilantik oleh perwakilan Sekretaris FORMI Provinsi Papua, Drs Demi Heipon MM.          

Pengurus baru yang dilantik diantaranya, Penasehat sebanyak 4 orang, pengurus harian 7 orang, Bidang Auditor Internal 5 orang,  Bidang Pembinaan 6 orang, Bidang Organisasi 7 orang, Bidang Perlengkapan 7 orang, Bidang Anggaran 7 orang, Bidang Humas 7 orang, Bidang Pengembangan Usaha 7 orang serta Bidang Media dan Promosi 8 orang. Selain  itu, juga ada 8 komisi seperti, Komisi Olahraga 8 orang, Komisi Kesegaran dan Kebugaran 8 orang, Komisi Petualangan dan Tantangan 8 orang.

“FORMI adalah wadah olahraga masyarakat  yang bertugas mengembangkan dan menggali sumber daya daerah sesuai dengan potensi serta kemampuan daerah dalam perkembangan masyarakat.  Karena itu, FORMI Mimika harus terus memperkuat potensi di Mimika yang penuh budaya dan adat istiadat. FORMI Mimika harus mengembangkan potensi tersebut agar olahraga tradisional Mimika bisa terkenal di Provinsi, Nasional ataupun Internasional,” ungkap Demi dalam sambutanya sebelum menggukuhkan 85 pengurus baru FORMI Mimika di Hotel Timika Raya, Jalan Cendrawasi, Sabtu (21/7).

Demi juga meminta FORMI Mimika untuk selalu bersinergi dan bekerja sama dalam pembinaan olahraga kreasi masyarakat menuju olahraga berprestasi. Hal ini bisa terwujud jika para pengurus bisa melaksanakan dan mengimplementasikan kebijakan dari program olahraga prestasi dan olahraga kebudayaan, melakukan upaya pemberdayaan olahraga masyarakat dan prestasi, partisipasi dunia usaha dibidang olahraga masyarakat menuju prestasi. Melatih dan memantau langsung sumber daya manusia (SDM) daerah untuk mendorong peningkatan kualitas olahraga secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, pengurus FORMI Mimika  wajib menghimpun dan memberdayakan seluruh organisasi dan potensi olahraga yang ada ditengah masyarakat. Membangun dan membina kemitraan dan keharmonisan dengan Pemkab Mimika serta bersinergi dengan bidang kebudayaan serta bidang organisasi olahraga lainnya. Mengembangkan dan meningkatkan kapastias SDM, manajemen organisasi dan kegiatan olahraga masyarakat di seluruh kampung atau distrik di Mimika. Membina hubungan baik melalu informasi dan kominikasi bersama pengurus Provinsi dan Nasional dalam pengembangan pengelolaan kegiatan dan pemberdayaan olahraga masyarakat sebagai kekuatan pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Selain Ketua dan Waket , berarti ada 83 orang pengurus FORMI Mimika. 83 orang ini harus betul-betul bersinergi untuk memajukan FORMI. Selanjuntya semua pengurus terpilih wajib melakukan rapat koordinasi dalam menentukan program kerja yang akan dilakukan hingga tahun 2022. Dan seselanjutnya di setiap distrik dan kampung juga akan dilakukan pelantikan ketika pelaksanaan rapat koordinasi teknis (Rakornis),” jelasnya.

Menurut dia, FORMI merupakan salah satu patokan khusus untuk menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XX tahun 2020.

“Tahun 2020 Papua akan menjadi tuan rumah pelaksanaan PON tahun 2020. Mimika juga akan menjadi daerah terpilih dalam perhelatan beberapa cabang olahraga, karena itu pengurus FORMI harus benar-benar mempersiapkan itu,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Ausilius You selaku Ketua umum FORMI Mimika  mengatakan, semua pengurus FORMI harus bisa menyatukan semua bentuk pemikiran yang berbeda agar bisa menjadikan FORMI Mimika sehat dan selalu solid hingga tahun 2022.

Ausilus mengatakan dua suku di Mimika memiliki kearifan dan adat istiadat serta kebudayaan yang bisa menjadikan nama Mimika naik hingga kanca nasional. Dalam hal ini, suku Amungme memiliki tari took dan suku Kamoro memiliki tari Seka.

“Tari suku Amungme dan Kamoro harus kita jadikan program yang melekat dalam FORMI. Kebudayaan dua suku ini memiliki daya seni oleh keunikan-keunikannya dalam berkreasi. Berharap agar badan pengurus FORMI juga harus berkreasi dalam mengembangkan keunikan asli satu budaya dan dikembangkan ke bentuk yang lebih kreasi dan modern,” katanya.

FORMI menurut dia, bukan hanya mengurus persoalan olahraga profesi, tetapi  juga lebih fokus pada olahraga rekreasi.

Karena itu ia mengharapkan agar dalam pelaksanaan rapat kerja, pengurus FORMI tidak perlu merencanakan sesuatu yang terlalu besar, akan tetapi dari setiap program yang dikerjakan bisa melahirkan sesuatu yang bermanfaat dan dirasakan seluruh masyarakat.

“Tidak perlu kita bikin sesuatu yang terlalu muluk-muluk. Kita harus bisa menjadikan kegiatan yang dirasakan masyarakat. Olaraga rekreasi ini harus merata hingga tingkat desa kampung agar masyarakat sehat bugar dan gembira. Pengurus juga harus mengenal dan mengetahui kebudayaan lokal, baik cerita, lagu dan juga tari-tarian,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment