Dinsos Daftarkan BPJS Ketenagakerjaan Bagi 57 Pendamping PKH

Bagikan Bagikan
Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Dinsos Mimika.

SAPA (TIMIKA) -  Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika mendaftarkan 57 petugas Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial pada Dinsos Kabupaten Mimika, Yulita Kudiai, SIP menjelaskan, keikutsertaan 57 pendamping PKH menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan tentunya memiliki alasan. Yaitu untuk melindungi dan memberikan proteksi kepada para pedamping terkait dengan resiko pekerjaan yang digeluti.

“Sebagai tenaga pendukung di Dinsos, para pendamping ini juga ditugaskan mulai dalam wilayah kota sampai ke pedalaman dan pegunungan, karena itu sudah pasti banyak resiko yang mereka hadapi. Itu makanya kami merasa bahwa penting bagi mereka untuk menjadi peserta BPJS,” kata Yulita Kudiai, usai kegiatan sosialisasi oleh BPJS Ketenagakerjaan terkait manfaat BPJS kepada pegawai ASN dan non ASN serta tenaga pendukung PKH untuk mendukung masyarakat pekerja yang produktif dan sejahtera, Jumat (13/7), di Kantor Dinsos Mimika.

Sementara itu Sekretaris Dinsos Kabupaten Mimika, Welhelmina J. Anna Marjen menyampaikan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan sosialisasi kepada para pendamping PKH dan juga seluruh pegawai Dinsos.

“Adanya sosialisasai ini akhirnya semua pegawai kami di Dinsos bisa lebih memahami manfaat menjadi anggota BPJS,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, Marketing Officer BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Mimika, Setya Adi Chandra,  menjelaskan bahwa setiap pekerja harus mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, karena begitu banyak manfaat yang akan di terima jika menjadi peserta. BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung biaya pengobatan dan perawatan, santunan cacat, jaminan kematian serta jaminan hari tua (JHT).

Menurut Setya Adi Chandra, setiap pekerja yang telah menjadi anggota akan memperoleh santunan berkala yang dibayar sekaligus sebesar Rp4,8 juta ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan apabila meninggal dunia saat bekerja. Selain itu, ada juga biaya pemakaman sebesar Rp3 juta. Bahkan setiap pekerja yang meninggal atau cacat total akibat kecelakaan dan memiliki anak yang masih sekolah, khusus untuk satu anak akan ada bantuan sebesar Rp12 juta.

“Apabila di saat terjadi kecelakaan dan meninggal dunia, maka, akan mendapat santunan kematian, untuk pemakaman juga akan ada biayanya yang ditanggung BPJS. Mengalami cacat akibat kecelakaan kerja, maka, ada biaya rehabilitasi. Misalnya peserta yang anggota badanya hilang atau tidak berfungsi akibat kecelakaan kerja, maka BPJS akan menanggung 40 persen dari biaya sebenaranya di RSU tempat pekerja itu dirawat,“ tuturnya. (Acik).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment