Disdik Tolak Legalisir 6 Ijazah Bacaleg

Bagikan Bagikan
Sekretaris Disdik Mimika, Anton Bukaleng.

SAPA (TIMIKA) – Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika, Anton Bukaleng mengaku menolak untuk melegalisir 6 ijazah milik bakal calon legislatif (Bacaleg) periode tahun 2019-2024,  baik yang akan maju dalam pemilihan anggota legislatif perwakilan Daerah, Provinsi ataupun Pusat.

Menurut Anton, selama tahap pendaftaran Bacaleg, Disdik Mimika berhati-hati dalam melakukan legalisir. Hal ini dilakukan, mengingat telah banyak terjadi pemalsuan ijazah dan kecurangan lainnya  dalam pelaksanaan Pileg di Indonesia.

 “Saya selalu meneliti setiap ijazah, khusus para bacaleg yang datang untuk legalisir. Sekarang sudah ada sekitar empat ratusan ijazah yang dilegalisir, tapi enam di antaranya langsung saya tolak. Saya tidak ingin reputasi Disdik Mimika jadi hancur dengan hal-hal seperti itu,” ungkap Anton saat ditemui Salam Papua di Sentra Pendidikan, Jumat (27/7).

Ia mengatakan, pihaknya serius dan fokus memeriksa keaslian ijazah para bacaleg yang akan dilegalisir. Dimana, khusus untuk ijazah keluaran tahun 2010 ke atas, akan ditolak jika penuh dengan perbaikan huruf menggunakan tulisan tangan, stempel tidak jelas serta adanya perbedaan tanda tangan pada setiap rangkapnya. Sedangkan untuk ijazah keluaran tahun 2011 ke bawah, akan menggunakan alat khusus.

“Saya seleksi secara seksama semuanya mulai dari stempel, tandatangan, huruf-huruf  dan angka yang diganti. Memang urusan  yang lainnya itu ada di KPU, tapi yang berkaitan dengan legalisir, saya betul-betul perhatikan. Karena kami di Disdik juga akan kena akibatnya, kalau nanti ada yang menggunakan ijazah palsu,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment