Disdukcapil Anggarkan Rp 200 Juta Perekaman KTP-e dan Nikah Massal

Bagikan Bagikan
Kepala Disdukcapil Mimika, Jhon Wicklif Tegai. 

SAPA (TIMIKA) -  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika mengggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018  sebesar Rp 200 juta untuk pelaksanaan perekaman KTP-e dan nikah massal untuk kurang lebih sebanyak 200 pasangan. Dua hajatan  ini merupakan rangkaian dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 73, tanggal 17 Agustus mendatang.

Kepala Disdukcapil Mimika, Jhon Wicklif Tegai mengatakan, anggaran Rp 200 juta akan dipergunakan untuk biaya konsumsi Rp 159 juta, belanja kantor Rp 16 juta, dokumentasi Rp 2 juta, transportasi Rp 2 juta serta honor panitia Rp 18 juta.

“Besaran anggaran ini sebetulnya sangat kurang, karena belum terhitung pencetakan spanduk dan yang lainnya. Anggaran itu standar minimal untuk kegiatan besar. Padahal ini untuk kegiatan HUT RI, berarti kalau sekalian dengan HUT Kabupaten, maka kita harus siapkan Rp 400 juta,” katanya saat ditemui di Kantor Disdukcapil, Selasa (24/7).

Jhon menjelaskan, persyaratan untuk pasangan nikah massal diantaranya, mengisi formulir pencatatan perkawinan (F.2.12), surat keterangan perkawinan dari pemuka agama yang telah dilegalisair atau rekomendasi dari pemuka agama, surat keterangan belum menikah suami dan istri dari kampung atau kelurahan. Selain itu, pasangan juga harus memiliki surat keterangan domisili dari kampung atau kelurahan bagi yang telah menikah, foto copy akte kelahiran suami dan istri, foto copy surat perceraian atau kematian jika yang bersangkutan telah pernah menikah, foto copy KTP dua saksi perkawinan, foto copy KTP dua orang tua atau wali, foto copy ijazah terakhir suami dan istri, surat ijin kawin dari Komandan bagi anggota TNI atau Polri, foto copy KTP-e dan Kartu Keluarga, pas foto berdampingan ukuran 4 X 6 centi meter sebanyak 4 lembar dan berlatar biru. Selain itu juga harus ada rekomendasi dari Disdukcapil setempat bagi salah satu pasangan yang berdomisili di luar Mimika

 Akta nikah akan langsung diberikan kepada setiap pasangan kalau pasangan itu melengkapi berkasnya. Tahun sebelumnya, ada beberapa pasangan yang tidak langsung menerima akta, karena pasangan itu baru mendengar informasi dan tergesah-gesah mengikuti nikah massal, sehingga aktanyapun belum bisa dicetak karena persyaratannya belum dilengkapi,” jelasnya.

 Ia mengatakan, untuk perekaman KTP-e, setiap warga hanya hadir di tempat kegiatan dan langsung melapor diri untuk kemudian difoto, perekaman retina serta sidik jari.

“Saat ini kami masih membahas persoalan dua hajatan ini. Kita berharap tidak ada kendala supaya dua hajatan ini bisa berjalan lancar. Untuk masyarakat yang mau ikut dalam dua kegiatan ini, silahkan datang ke kantor dan tanya persyaratannya ke pegawai kami. Perekaman KTP-e langsung cetak ini juga merupakan upaya percepatan capaian kepemilikan KTP-e di Mimika,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment