Disnaker Sayangkan Pencaker dan Perusahaan Tidak Melapor

Bagikan Bagikan
Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja pada Disnakertrans Mimika, Martina Amarairu, SE.

SAPA (TIMIKA) - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika, melalui Kepala Seksi (Kasi) Informasi Pasar Kerja, Martina Amarairu, sangat menyayangkan perusahaan yang bungkam setelah membuka lowongan pekerjaan. Dalam hal ini tidak pernah memberikan laporan terkait berapa jumlah pencari kerja (Pencaker) yang diterima dan di pekerjakan.

Bahkan, selain perusahaan, pencaker pun demikian, tidak memberikan laporan balik ke Disnakertrans. Padahal, menurut Martina, laporan tersebut sangatlah penting untuk mengetahui jumlah pencaker yang murni belum diterima kerja dalam satu perusahaan tertentu.

“Adanya perusahaan yang membuka lowongan maka pencaker yang mengurus kartu kuning itu sampai ribuan orang. Tapi yang kami sayangkan adalah, para pencaker ini setelah mendapat pekerjaan, tidak melaporkan kembali ke kami. Begitu juga dengan perusahaan yang punya lowongan itu, seharusnya melapor ke kami terkait berapa yang sudah mereka pekerjakan dan berapa yang belum. Kami butuh data itu,” kata Martina saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (5/7).

Ia menjelaskan, terhitung sejak Januari hingga Juni 2018, Disnakertrans telah mendata ada sebanyak 8.130 pencaker di Mimika. Jumlah itu terdata berdasarkan pengajuan dokumen kartu kuning yang ada pada Disnakertrans.

“Yang terdata itu sebanyak 8.130 pencaker. Jadi kartu kuning yang kami keluarkan sebanyak itu,” ujarnya.

Jumlah itu dikatakan meningkat karena adanya lowongan kerja dari beberapa kontraktor PT Freeport Indonesia (PTFI). Selain itu, banyaknya lulusan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) di Mimika tahun 2018 yang belum melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi karena lebih memilih untuk langsung bekerja.

Namun, dari capian angka ribuan pencaker yang ada, belum bisa dipastikan murni sebagai pencaker. Karena tidak ada laporan balik dari perusahaan perekrut, maka, data pencaker pada Disnakertrans masih di campur berdasarkan jumlah kartu kuning yang dikeluarkan.

“Sebetulnya dari delapan ribuan itu sudah ada yang bekerja pada sejumlah perusahaan yang ada di Mimika. Karena, tidak ada konfirmasi balik ke Disnakertrans maka, data dari Januari sampai Juni 2018 ini tetap berkisar pada angka 8.130. Itupun pasti akan terus bertambah, karena belum terhitung bulan Juli sampai Desember nanti,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment