Gakkumdu Periksa Tiga Orang Terkait Intimidasi Panwaslu

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) - Ketua Bawaslu Provinsi Papua selaku Panwaslu Mimika, Metusalak Infandi,SH mengatakan, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Mimika yang terdiri atas Panwaslu, Kejaksaan dan Kepolisian saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang terkait intimidasi terhadap anggota Panwaslu Mimika saat Pilkada serentak 2018 di TPS 8, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Rabu (27/6) lalu.

" Gakkumdu sudah memeriksa tiga orang saksi, dan sekarang masih proses sehingga belum bisa disampaikan apakah hal tersebut masuk tindak pidana Pemilu atau tidak," ujarnya saat ditemui disela-sela pengawasan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 07, Kelurahan Karang Senang (SP3), Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (4/7).

Selain temuan intimidasi tersebut, Metusalak menambahkan, pihaknya juga menerima satu laporan pasca pelaksanaan pemungutan suara lalu.

"Dua hal tersebut yaitu temuan intimidasi di TPS 8 dan laporan penggelembungan suara di TPS 7 sehingga hari ini kami adakan Pemungutan suara ulang (PSU).  Laporan itu juga masih diproses oleh tim di Gakkumdu," ujarnya.

Metusalak mengatakan, tiga orang yang diperiksa terkait intimidasi itu adalah Matius U Yanengga dan dua oknum dari KPU Mimika.

Matius U Yanengga saat ditemui Salam Papua sebelum menjalani pemeriksaan di sekretariat Gakkumdu Mimika, Jalan Yos Sudarao, Senin (2/7) mengatakan, kejadian yang terjadi di TPS 8 Kelurahan Karang Senang itu merupakan suatu kesalahpahaman antara masyarakat, panitia pengawas (Panwas) dan dirinya.

"Saat itu, saya mencoba menjelaskan tentang hal yang keliru, dimana masyarakat di TPS 8 bersepakat hanya mencoblos satu paslon saja. Itu kan tidak benar. Kemudian Panwas melakukan intervensi kepada tugas KPPS, itu seharusnya tidak boleh dilakukan," kata Matius. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment