Hari Ini Bacaleg Pemilu 2019 Lakukan Tes Kejiwaan

Bagikan Bagikan
Komisioner KPU Mimika, Reinhard Gobay.

SAPA (TIMIKA) - Selain tes kesehatan fisik, bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) pada Pemilu 2019 juga wajib mengikuti tes kejiwaan. Komisioner KPU Mimika, Reinhard Gobai mengatakan, hal itu berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, pada Pasal 8 huruf d mewajibkan bacaleg untuk melengkapi dokumen sehat jasmani dan rohani.

“Itu adalah syarat wajib yang juga harus dipenuhi oleh bacaleg Pemilu 2019. Jadi, setelah berkoodinasi dan bersepakat dengan semua pihak, maka tes kejiwaan akan dilakukan besok (Hari ini-red) oleh satu dokter spesialis dari Manado atas nama Irene Siyantika Kornelia Rosdi. Dokter ini akan di bantu dengan tiga asisten dan perlengkapan dari dokter tersebut,” ujar Reinhard saat dihubungi Salam Papua, Senin (23/7).

Ia mengatakan, tes kejiwaan itu baru di lakukan dan difasilitasi oleh KPU Mimika hari ini bertempat di Graha Efata, Jalan C. Heatubun, lantaran di Kabupaten Mimika tidak memiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan hanya memiliki RSUD dengan satu dokter spesialis, tetapi belum dalam ikatan.

“Sebelumnya, 423 bacaleg Mimika sudah melakukan pemeriksaan di RSUD Mimika. Namun, setelah dikoordinasikan dengan KPU RI bahwa, sehat jasmani dan rohani atau jiwa dokumennya terpisah. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan RSUD Mimika, apakah ada dokter spesialis jiwa. Namun dari RSUD menyampaikan untuk sementara belum ada yang dalam ikatan,” katanya.

Terkait tes kejiwaan itu, pihaknya berkoordinasi dengan partai politik (Parpol) dan bersepakat, meskipun parpol pun bisa melakukan tes kejiwaan sendiri di RSJ Abepura.

Lantaran pemeriksaan tersebut tidak masuk dalam alokasi dana yang dimiliki KPU, maka setiap bacaleg menanggung biaya tesnya masing-masing.

“Dengan demikian, tidak ada paksaan untuk ikut tes bersama dokter yang disediakan KPU. Karena kami hanya memfasilitasihal tersebut. Namun, syarat administrasi wajib dilengkapi. Dan karena KPU tidak ada anggaran untuk pemeriksaan sehat rohani atau jiwa, maka setiap bacaleg akan dikenakan 650 ribu rupiah,” katanya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment