Jangan-Jangan Kita Termasuk Munafik

Bagikan Bagikan

SESUNGGUHNYA Allah menyifati orang-orang yang beriman sebagai seorang hamba-Nya yang sempurna. Dia menyifati orang-orang yang beriman dengan sejumlah sifat. Yang kesemuanya menunjukkan kesempurnaan agama mereka, kuatnya imana mereka, baiknya pengetahuan mereka terhadap Rabbnya, dan sempurnanya penjagaan mereka terhadap hal tersebut. Hal ini termaktub di dalam Alquran.

Di sebuah surat yang Allah namai dengan surat al-Mukminun. Allah berfirman,  “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun), Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” [Quran Al-Mukminun: 57-61].

Betapa agungnya sifat-sifat yang Allah sebutkan untuk mereka. Hal ini sebagai pujian untuk mereka. Mereka berhias diri dengan sifat tersebut. Merekalah orang-orang yang sempurna agama dan keimanannya. Di antara sifat tersebut adalah takut kepada Allah. Sifat ini muncul dari pengetahuan mereka terhadap Allah.

Rasa takut kepada Allah, yang muncul dari keimanan ini mengalahkan rasa takut kepada yang lain. Karena betapa agung dan besarnya kedudukan iman di hati mereka. Allah telah memberikan kenikmatan iman dan amal disertai rasa takut kalau keimanan mereka tidak diterima atau amal mereka ditolak. Inilah keadaan seorang mukmin yang sempurna imannya. Sebagaimana kata al-Hasan al-Bashri, “Sesungguhnya seorang mukmin menggabungkan antara berbuat kebajikan dan rasa takut (tidak diterima kebajikannya). Sedangkan seorang munafik, menggabungkan berbuat buruk dan merasa aman (dari hukuman).”

Ketika Anda merenungkan perjalanan hidup generasi terbaik Islam, mereka adalah orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat dan hubungan yang ihsan dengan Allah. Kita lihat mereka memiliki rasa takut yang sangat kuat kepada Allah. Rasa takut yang terbukti dengan amal shaleh yang berkualitas dan berkuantitas banyak. Bersamaan dengan itu, mereka tetap takut kalau diri mereka adalah seorang munafik. Iya, dengan kualitas sempurna iman mereka, kuatnya agama mereka, mereka tetap sangat khawatir termasuk orang-orang munafik.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat. Walaupun ia berpuasa, shalat, dan mengklaim ia seorang muslim.”

Ini adalah sedikit contoh dari banyak riwayat-riwayat yang mengabarkan tentang keadaan mereka. Semoga Allah meridhai mereka. Mereka adalah orang-orang yang sempurna keimanannya, ibadahnya, dan hubungannya dengan Allah, tapi mereka tetap sangat takut akan kemunafikan. Berbeda dengan orang-orang yang banyak menyia-nyiakan, meremehkan, dan bermalas-malasan. Orang-orang yang tidak peduli dengan keadaan iman, amal, dan hubungan mereka dengan Allah. Mereka malah memandang diri mereka sebagai seorang yang selamat dan terhindar dari kemunafikan. Dan mereka sangka bahwa keimanan mereka tidak berkurang dan pudar.

Siapa yang menelaah nash-nash Alquran dan hadits yang menceritakan tentang sifat-sifat orang-orang munafik, maka kita melihat banyak sekali orang-orang yang disifati dengan sifat-sifat tersebut. Bersamaan dengan itu, mereka mengira diri mereka orang yang selamat dari kemunafikan. Mereka sangka bahwa iman mereka tidak berkurang dan rusak.

Jauh sekali perbedaannya, antara keadaan seorang yang sempurna keimanannya dengan orang-orang yang menyia-nyiakan keimanannya. Sesungguhnya seorang mukmin memadukan antara berbuat kebajikan dengan takut atas kemunafikan. Sementara orang-orang munafik menggabungkan perbuatan buruk dengan rasa aman. Kita memohon kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung agar melindungi kita dari sifat munafik. (***)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment