Lima Warga Kwamki Narama Pemilik Sajam Jadi Tersangka

Bagikan Bagikan
Waka Polsek Mimika Baru Iptu Y. Harikatang. 

SAPA (TIMIKA) - Waka Polsek Mimika Baru Iptu Y. Harikatang mengatakan, lima warga Kwamki Narama yang terjading dalam razia senjata tajam (sajam)  yang juga pemilik sajam berupa anak panah, parang maupun badik telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk menjaga agar situasi kamtibmas  tetap kondusif, kita melakukan penertiban sajam. Terutama di daerah-daerah yang dianggap rawan sehingga fokusnya di Kwamki Narama,"jelas Iptu Harikatang saat ditemui wartawan di Kantor Polsek Miru, Jumat (20/7).

Menurutnya, pelaksanaan Pilkada telah selesai sehingga pihaknya kembali melakukan penertiban dengan melakukan patroli rutin maupun sweeping untuk kawasan Kwamki Narama. Dari hasil kegiatan tersebut telah berhasil mengamankan lima tersangka yang berinisial TW, MW, UM, KK dan TO.

Ia menuturkan, dari lima tersangka, tiga tersangka diamankan di Kwamki Narama kedapatan membawa sajam berupa busur, anak panah dan badik, sementara dua tersangka lagi UM dan KK diamankan di depan RSUD karena membawa senjata tajam.

“ Kelima tersangka dikenakan pasal 2 ayat (1) UU Darurat Tahun 1950 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, sudah sering menyampaikan imbauan di wilayah kawasan Polsek Mimika Baru, termasuk kawasan Kwamki Narama, namun nyatanya masih banyak warga yang tidak mengindahkan hal itu sehingga akan diproses hukum.

“Kepada warga yang ditemukan membawa sajam akan diamankan dan diproses hukum. Ini untuk memberikan efek jera kepada pelaku,” tambahnya.

Diakuinya, sebagain dari barang bukti yang diamankan kepolisian tersebut bersumber dari Kabupaten Ilaga. Untuk itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan KP3 Udara untuk mengantisipasi masuknya sajam ke Timika.

"Jika ada temuan maka pihak bandara akan menghubungi Polsek Miru dan Sabhara Polres Mimika untuk mengamankan barang bukting maupun pemiliknya," tegasnya.

Menurutnya, sejauh ini situasi terakhir di Kwamki Narama aman dan kondusif meskipun warga di sana masih tetap berjaga-jaga. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment