Pemkab Diminta Buat Perda Penjualan Lem Aibon

Bagikan Bagikan
Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling, SH., MH.

SAPA (TIMIKA) - Badan Narkotika Nasional (BNNK) Mimika meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika membuatkan satu peraturan khusus atau Peraturan Daerah (Perda) tentang penjualan lem Aibon. Hal ini mengingat hingga saat ini masih banyak anak-anak di Mimika yang kecanduan menghirup aroma lem Aibon.

Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling, SH., MH mengatakan, dengan mengeluarkan regulasi pengaturan penjualan lem aibon, para pedagang tidak dapat perjual-belikan lem tersebut kepada anak-anak dengan tujuan keuntungan sepihak.

“Berdasarkan pantauan kami,  pecandu Aibon di Mimika dominan merupakan anak-anak berusia dibawah 11 tahun serta berusia sekolah, baik SD ataupun SMP. Ini seharusnya diperhatikan secara serius oleh pemda, dengan cara membuat perda supaya pedagang tidak menjual ke anak-anak. Pedagang hanya memikirkan keuntungan, tapi tidak peduli efek yang di alami anak-anak setelah menghirup lem berbahaya itu,” kata Mursaling saat ditemui di Kantor BNNK Mimika, Jalan Cenderawasi, Senin (23/7).

Selain dengan membuatkan suatu regulasi, menurut Mursaling, para tokoh masyarakat dalam hal ini tokoh agama, perempuan maupun pemuda harus bisa ikut berpartisipasi untuk melakukan pencegahan bahkan menekan peredaran lem Aibon. Secara khusus, Mursaling menghimbau kepada semua orangtua untuk harus mengontrol pergaulan ataupun kegiatan luar sekolah anak-anak agar tidak bersentuhan dan menjadi pecandu lem Aibon.

Demikian juga kepada para pedagang, dihimbau agar tidak menjual lem Aibon kepada anak-anak. Sebab berdasarkan fungsinya, lem tersebut hanya dipergunakan untuk kelengkapan pertukangan.

“Pantauan kita selama ini, tidak ada orang dewasa yang mengkonsumsi atau menghirup lem Aibon,tapi rata-rata anak-anak usia SD dan SMP. Kita berharap para pedagang tidak memperjualkan lem itu kepada anak-anak, karena itu berbahaya,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment