Perempuan Asli Papua Jangan Takut Jadi Polwan

Bagikan Bagikan
Yerlince Magay

PEREMPUAN masa kini memiliki posisi yang setara dengan laki-laki. Kaum perempuan, termasuk kaum perempuan asli Papua, harus memiliki cita-cita, profesi atau pekerjaan yang sama dengan laki-laki. Diantaranya menjadi polisi.

“Karena itu, perempuan asli Papua hendaknya jangan takut menjadi polisi wanita  atau Polwan,” kata Yerlince Magay, putri kedua dari tiga bersaudara buah kasih pasangan Demi Magai dan Yerina Tenamum ketika diwawancara Salam Papua belum lama ini.

Yerlince mengaku sudah bercita-cita menjadi Polwan sejak duduk di kelas VIII SMP YPJ Tembagapura Timika Papua. Ia tertarik menjadi Polwan karena ingin melayani dan membantu masyarakat, secara khusus masyarakat yang memiliki masalah agar bisa mendapatkan keadilan hukum.

“Menjadi Polwan itu suatu profesi yang mulia karena bisa membantu masyarakat mendapatkan keadilan. Karena itu kalau sudah menjadi Polwan, saya ingin menggunakan waktu lebih banyak berada di tengah masyarakat,” kata Yerline.

Ketika ditanya ingin menjadi Polwan di bagian apa? Yerlince mengatakan lebih senang bertugas sebagai intel. “Lebih seru bila dibagian intel, bisa turun langsung di lapangan, menyamar untuk mempelajari atau melacak sesuatu, mengatasi masalah-masalah yang tertutup dalam masyarakat,” kata siswi Kelas III SMA Stella Duce 1 Yogyakarta ini.
 
Yerlince Magay (berdiri kiri) bersama kedua
orangtua (duduk), kakaknya (berdiri tengah)
dan adiknya (berdiri kanan)
Ketika ditanya apakah tidak merasa rugi bila lulus SMA langsung mewujudkan cita-citanya ini, pada hal orangtua sangat mampu membiayainya bila ingin melanjutkan ke perguruan tinggi? Yerlince mengatakan tidak merasa rugi, juga tidak akan menyesal karena ini sudah menjadi cita-citanya dan sudah didukung oleh kedua orangtuanya.

“Bapak dan mama dukung saya masuk Polwan. Cuma mama yang merasa takut terjadi sesuatu, karena menjadi polisi, apalagi nanti bertugas di Papua cukup beresiko. Tapi saya yakinkan mama bahwa hidup itu di tangan Tuhan, jadi tidak perlu takut,” kata adik kandung dari Natalina Magay, Putri Papua Pariwisata tahun 2017.

Ketika ditanya apa cita-cita setelah menjadi Polwan? Apakah ingin menjadi Kapolres? Yerlince mengatakan belum memikirkan hal tersebut. Yang ada dibenaknya saat ini adalah menjadi Polwan dan bisa menunjukkan ke kaum perempuan di Papua, bahwa perempuan asli Papua bisa menjadi polisi. Karena jumlah perempuan asli Papua yang menjadi polisi hingga saat ini belum terlalu banyak.

“Saya ingin memberi contoh dan motivasi agar semakin banyak perempuan asli Papua yang tertarik menjadi polisi. Memang sudah ada perempuan asli Papua yang menjadi Polwan, bahkan menjadi Kapolres tapi jumlahnya masih sedikit. Sementara di Papua sendiri masih membutuhkan ribuan polisi orang asli Papua, karena dianggap lebih kenal watak dan budaya masyarakat di Papua,” ujar Yerlince.

“Bila sudah menjadi Polwan nanti saya akan berupaya menjalankan tugas sebaik mungkin, menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merusak citra kepolisian. Tidak menggunakan polisi untuk hal-hal yang negative, yang merugikan masyarakat dan memperkaya diri,” tambah Yerlince. (yulius lopo)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment