Perwakilan Keuskupan Timika Mengikuti Jamnas Sekami 2018

Bagikan Bagikan
Janmas Sekami 2018.

SAPA (TIMIKA) – Keuskupan Timika mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti kegiatan Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia (Jamnas Sekami) 2018 di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari mulai Selasa - Jumat (3-6/7).

 Pendamping dari remaja keuskupan Timika Anselma Doo mengatakan, perwakilan dari Keuskupan Timika sebanyak 30 orang termasuk dari daerah pesisir dan pengunungan.

“Kegiatan ini merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Kali ini merupakan yang ke tiga,” kata Anselma Doo ketika dihubungi Salam Papua, Selasa (3/7).

Sementara Direktur Misi Keuskupan Timika, Andreas Madyasrianto mengatakan, Jamnas Sekami tahun 2013 lalu diadakan di Denpasar Bali. Seluruh keuskupan  di Indonesia terlibat di kegiatan  ini.

Kegiatan Jamnas ini bertemakan, Berbagi Sukacita Injil Dalam Kebhinekaan. Berdasarkan tema tersebut, menjadi perhatian semua bahwa Indonesia harus bersatu dalam kebhinekaan. Dengan keberagaman yang ada di Indonesia harus dapat dipersatukan dalam bingkai kebhinekaan.

“Tema yang diangkat kali ini menerapkan bersatu dalam kebhinekaan,” kata Andreas.

Ia menambahkan, kegiatan Jamnas Sekami membawa misi, bagaimana anak-anak mempunyai tanggung jawab sebagai sesama remaja Katolik. Target khusus meranggul anak-anak remaja di dalam kehidupannya menjadi remaja yang memiliki masa depan. Tidak hanya itu, remaja Katolik juga harus bisa membagikan yang dimiliki kepada remaja yang lain.

“Dalam misi ada saling mengisi antara remaja yang satu dengan remaja yang lain. Sehingga dapat merangkul anak anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, setiap keuskupan di Indonesia mengirim perwakilanya sebanyak 30 orang, bahkan ada yang lebih karena ada pendampingnya. Diperkirakan sebanyak 1000 anak remaja Katolik akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan yang dilaksanakan seperti pembinaan, edukasi, pelajaran, selebrasi iman, seni dan menampilkan budaya masing-masing wilayah mulai dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Ia berpesan, melalui keikutsertaan Jambore Nasional Sekami di Kota Pontianak ini, para remaja yang hadir bisa menjadi anak dan remaja Katolik 100 persen dan Indonesia 100 persen.

"Menjadi anak misioner berarti harus mampu mempengaruhi anak-anak lain menjadi anak-anak yang baik dan takut akan Tuhan. Kalian akan mendapat banyak pengalaman," kata Andreas. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment