Polsek Kuala Kencana Gelar Rekonstruksi Suami Bunuh Istri di Trans Nabire

Bagikan Bagikan
Rekonstruksi perkara tindak pidana penganiayaan atau kejahatan. 

SAPA (TIMIKA) – Jajaran Polsek Kuala Kencana menggelar rekonstruksi perkara tindak pidana penganiayaan atau kejahatan yang mengakibatkan orang meninggal dunia, Jumat (6/7). Sebanyak  20 adegan dipertontonkan dalam rekonstruksi aksi pelaku berinisial AU yang membunuh istrinya hingga tewas di tempat. Peristiwa itu terjadi di dalam rumah korban di jalan Trans Nabire PAL 1 Distrik Iwaka Kabupaten Mimika pada Rabu (6/6) lalu.

Dalam rekonstruksi ini, korban dan anaknya diperankan oleh warga sekitar di lokasi kejadian di jalan trans Nabirre Pal 1, Jumat (6/7). Dalam adegan 10 hingga 13, pelaku yang merupakan suami korban, menganiaya istrinya hingga meninggal dunia.

Dalam adengan 10 diketahui, pelaku memukul berkali-kali ke wajah korban dengan tangan kanan yang dikepal. Pada adegan selanjutnya, pelaku juga menendang korban dengan kaki kanan lebih dari satu kali.

Kapolsek kuala kencana, AKP Junan Plitomo K, S.Sos,MH yang menyaksikan rekonstruksi mengatakan, adengan 10 hingga 13 menunjukkan pelaku menganiaya istrinya sendiri yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Di akhir aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku, ungkap AKP Junan, pelaku memengang kepala korban dengan kedua tangan lalu membenturkan kepala bagian depan berkali-kali ke dinding kamar.

“Penganiayaan yang dilakukan pelaku berakhir di peristiwa itu dan selanjutnya korban ditemukan meninggal dunia,” kata AKP Junan.

Peristiwa penganiayan yang berujung kepada kematian ini bermula ketika pelaku AU (48) datang dari Timika menuju PT PAL. Dalam perjalanan, pelaku mengkomsumsi Miras jenis Vodka dan bir 3 kaleng bersama dengan 3 orang temannya. Dalam kondisi dipengaruhi Miras, pelaku pulang ke rumah dan melempar rumahnya dengan menggunakan batu.

Istri pelaku bernama Beata Awiyuta (35) bersama anaknya yang berada di dalam rumah pun lari ke rumah orang tuanya yang tidak jauh dari rumah tersebut. Pelaku kemudian mencari istrinya ke rumah orang tuanya, namun tidak ditemukan. Pelaku bertanya kepada anaknya keberadaan istrinya, tapi anak pelaku menjawab “Mama pergi masuk hutan.”

Pelaku pun mengajak anaknya mencari korban di rumah tetangga tapi juga tidak ada.  Sekitar pukul 02.00 WIT saat pelaku sedang duduk merokok di depan rumah, melihat korban berjalan dari arah hutan.  Pelaku pun pergi mendekat, namun korban lari masuk ke dalam hutan. Pelaku mengikutinya dan menemukan korban serta menarik paksa korban untuk ikut ke rumah.

Tiba di rumah , pelaku bertanya kepada istrinya, "Kenapa ko masuk hutan pukul 20.00 WIT baru keluar pukul  02.00 WIT, ko bikin apa?  Korban pun menjawab, "saya hanya duduk-duduk di hutan". Karena emosi, pelaku langsung memukul kepala dan menendang berulang kali serta membenturkan kepala korban beberapa kali ke tiang dinding rumah. Namun korban tidak melakukan perlawanan.

Setelah itu korban tidur di karpet depan pintu kamar dan pelaku keluar di teras rumah sambil merokok serta kemudian tidur di situ. Sekitar pukul 04.00 WIT pelaku terbangun dan melihat korban sudah tidak bergerak dan banyak darah pada celana korban. Nahas, korban ternyata sudah tidak bernyawa lagi.

“Kepada pelaku dikenai pasal  351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Pelaku dikenai pidana paling lama 7 tahun penjara,” jelas AKP Junan. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Bangsaaaat..... gara2 miras lg nih... laki2 biadap... ko lg mati boleh.

    ReplyDelete