Tekan Pecandu Lem Aibon Jadi PR Pemkab Mimika

Bagikan Bagikan
Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Setda Mimika, Christian Karubaba. 

SAPA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan pada Setda Mimika, Christian Karubaba mengaku, maraknya peredaran anak-anak usia produktif di Mimika yang menjadi korban pecandu lem Aibon, merupakan pekerjaan pumah (PR) yang akan terus diupayakan pemkab untuk diatasi.

“Persoalan ini akan didiskusikan lagi di tingkat pemkab. Nanti kami akan turunkan Satpol PP untuk menyisiri dan menindak tegas kios-kios yang menjual bebas lem berbahaya itu. Kemudian juga akan ada razia anak-anak usia sekolah yang berkeliaran, karena dengan bebasnya itu maka cenderung mengarah ke candu lem aibon itu,” kata Christian saat ditemui usai membuka pelatihan aparat pemerintah desa di aula Hotel Serayu, Jalan Yos Sudarso, Kamis (26/7)

Ia mengatakan bahwa, persoalan anak-anak pecandu lem Aibon merupakan tanggungjawab pemkab melalui Dinas Sosial (Dinsos). Namun, Dinsos yang telah sejak lama membangun rumah penampungan di Kilometer 7 untuk anak-anak pecandu lem Aibon, karena tidak dilengkapi dengan fasilitas yang memadai sehingga para penghuninya lebih memilih meninggalkan tempat tersebut (Kabur-red). Oleh karena itu, pemkab akan mendorong bersama tim dalam hal ini Dinsos dan Satpol PP serta pemangku kepentingan lainnya untuk bagaimana caranya mengatasi persoalan anak-anak pecandu lem Aibon di Mimika.

“Kita juga merasa kasihan dengan anak-anak yang kecanduan lem aibon. Kita bisa arahkan anak-anak ini untuk direhabilitasi dan diberikan sosialisasi di rumah rehabilitasi yang disediakan pemkab melalui Dinsos. Tapi untuk hal ini akan kami diskusikan, karena memang ini merupakan persoalan lama di Mimika,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment