Tidak Semua Kamu Bersih

Bagikan Bagikan

Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." (Yohanes 13:11)

BEBERAPA hari sebelum disalibkan, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Alkitab memastikan bahwa hal itu dilakukan-Nya sebelum hari raya Paskah dimulai. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah (Yohanes 13: 3). Ia tahu waktu-Nya segera tiba.

Pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Yesus merupakan sebuah tindakan profetik mengenai hal yang akan terjadi kemudian. Ia mau supaya semua murid-murid-Nya memiliki hati yang suci, yang dilambangkan dengan kaki mereka yang dibasuh oleh Yesus sendiri.

Simon Petrus mau supaya Yesus membasuh seluruh tubuhnya, dan bukan hanya kakinya saja. Yesus pun menjawabnya dengan berkata, "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua" (Yohanes 13:10).

Yesus mengetahui bahwa tidak semua dari murid-Nya memiliki hati yang bersih. Pada waktu mereka sedang makan bersama, Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia (Yohanes 13:2). Yesus mengetahui bahwa hal itu memang harus terjadi, tentunya dengan seizin Bapa, agar penebusan umat manusia lewat kematian Yesus dapat terlaksana. Namun yang harus kita perhatikan adalah bahwa Yesus mengetahui apa yang ada dalam hati dan pikiran kita.

Pembaca yang dikasihi oleh Tuhan, hendaknya kita selalu ingat bahwa Tuhan menyelidiki sampai ke dasar hati kita, apakah kita memiliki hati yang bersih dan tulus dalam mengikut Tuhan. Atau barangkali kita memiliki hati yang tidak benar dan tidak tulus untuk mengikut Dia, sama seperti yang dimiliki oleh Yudas Iskariot.

Tidak ada sesuatu yang dapat kita sembunyikan daripada-Nya. Oleh karena itu, mari kita periksa dan selidiki, apakah kita sungguh-sungguh mengikut Tuhan dengan hati yang tulus. Jangan biarkan si Iblis menggoda kita dengan hal-hal duniawi, sehingga hati kita tidak benar di hadapan-Nya. Ia tahu bahwa tidak semuanya bersih! 

“Tuhan, Engkau menyelidiki sampai ke dasar hatiku, apakah aku tulus dan berkenan kepada-Mu. Ampuni aku jika ternyata aku bersalah di mata-Mu. Amin.” (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment