100 Kepala Kampung Jayawijaya Studi Banding Ke Jogja

Bagikan Bagikan
Ilustrasi.

SAPA (WAMENA) - Sebanyak 100 kepala kampung di Jayawijaya, Provinsi Papua segera melakukan studi banding ke Klaten, Provinsi Jokja agar lebih berinovasi dalam mengembangkan potensi perekonomian di masing-masing kampung.

Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo secara resmi melepas 100 kepala kampung tersebut pada Upacara HUT RI ke-73, di Lapangan Pendidikan Jayawijaya, Jumat (17/8).

Bupati mengatakan banyak dana dan potensi yang dimiliki masyarakat di kampung, namun belum dikelola dengan baik karena minim inovasi sehingga melalui studi banding, kepala kampung bisa memiliki inovasi.

Keberangkatan 100 kepala kampung itu didampingi tiga profesor dan seorang pendamping dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"Makanya ada tiga profesor yang terlibat dan pendampingan kerjasama dari kementerian di pusat, dengan DPMK, kita bina masyarakat karena uang dan potensi mereka ada punya, supaya berdikari yang diharapkan itu benar-benar bisa diwujudkan," katanya.

Para kepala kampung yang diberangkatkan ini berasal dari beberapa kampung yang memiliki sumber daya alam seperti kopi arabika dan madu.

"Supaya potensi yang ada bisa dikelola berkelanjutan dan masyarakat bisa menikmati uangnya. Mereka harus studi banding keluar dahulu, dibekali dengan pengetahuan yang baik supaya proses (menuju berdikari) ini jalan," katanya.

Bupati membantah informasi yang beredar di masyarakat bahwa untuk kegiatan studi banding tersebut, diambil Rp 200 juta dari masing-masing kampung yang mengutus kepala kampung.

"Katanya satu desa itu mau ambil Rp200 juta, lalu saya tanya itu atas petunjuk siapa?. Nah setelah kita cek, ternyata tidak benar, jadi tidak ada permintaan dana setiap kampung Rp 200 juta," katanya.

Belum diketahui pasti berapa lama 100 kepala kampung itu akan melakukan studi banding, dan dari mana sumber dana yang digunakan untuk kegiatan tersebut. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment