95 Warga Binaan Lapas Timika Mendapat Remisi Kemerdekaan

Bagikan Bagikan

Warga binaan lapas bersalaman bersama pemerintah dan Forkopimda usai menerima remisi kemerdekaan
SAPA (TIMIKA) – Dalam rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-73, sebanyak 95 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Timika mendapatkan remisi kemerdekaan dari Pemerintah. Kendati demikian, warga tersebut akan dibebaskan pada Sabtu (18/8)
“Remisi setiap orang berbeda. Dari 107 orang yang kita usulkan, yang mendapat remisi hanya berjumlah 95 orang. 

Mereka semua adalah narapida umum. Sementara untuk narapidana khusus yakni koruptor dan narkoba, sudah kami sampaikan ke Kanwil Jayapura untuk segera memberitahukan kepada kami jika mereka, juga mendapat remisi,” ujar Kepala Lapas Kelas II Timika, Marojohan Dolok Saribu saat ditemui wartawan usai penyerahan remisi tersebut, Jalan Poros Iwaka, SP V, Jumat (17/8).

Ia mengatakan, remisi diberikan kepada narapidana tersebut telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, khususnya berkelakuan baik dan aktif mengikuti pembinaan Lapas. “Kalau yang memenuhi standar baik, itu yang kita usulkan itu 107 orang. Dan untuk mendapat remisi, haruslah sudah menjalani hukuman selama setahun. Setelah itu, kita baru bisa menilai kelakukan baik tidaknya seorang pidana,” ujarnya. 

Dolok menjelaskan, dalam Lapas itu, terdapat pasukan Merah Putih yang merupakan warga binaan Lapas berkelakuan baik. “Pasukan Merah Putih itu nantinya siap diterjunkan untuk membantu kegiatan bakti social,” jelasnya. 

Penyerahan remisi yang dipimpin oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng juga dihadiri oleh Forkopimda Mimika diantaranya, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto , Ketua DPRD Mimika Elminus B Mom, Komandan Brigif 20 /IJK Kostrad Letkol Inf. Carles Binsar Sagala, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Piyo L.Nainggolan, Danlanud Kapiyau Letkol Pnb.Maito Datau, Danyon 754 ENK Letkol Inf.Johannes Parinusa, Dansatrad 243 Mimika Letkol Lek. Rani Patuno, Danlanal Timika Letkol Laut P. Yosafat Indarto, Dandenkav 3 Sc Mayor Kav. Hanung Kaptiazi, Danyon Brimob Timika Kompol I Gede Putra SIK, Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korowa SH, Kajari Mimika Ferry Herlius, Ketua Pengadilan Negeri Mimika Dominggus Reli Behuku, Kalapas Kelas II B Timika Marojohan Dolok Saribu.

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan, remisi menjadi salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan tujuan Sistem Pemasyarakatan. Sistem tersebut yakni stimulus bagi narapidana untuk menjaga perilaku dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Apabila sebuah upaya perubahan yang tidak diapresiasi, maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan sebuah degradasi motivasi bahkan degradasi moral. Senafas dengan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, maka Pemerintah memberikan apresiasi terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik melalui remisi,” ujarnya. 

Ia mengatakan, melalui program "Revitalisasi Sistem Pemasyarakatan Sebagai BagianSistem Peradilan Pidana," nantinya kita akan memiliki mekanisme Lapas maksimum sekuriti, medium sekuriti, dan minimum sekuriti sebagai gradasi terhadap bentuk pembinaan dan pengamanan yang akan diterapkan. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment