Adanya Informasi ‘Niat Buruk Warga Luar’, Kepolisian Sisir Kampung Ili Ale Kwamki Narama

Bagikan Bagikan
Penyisiran di kampung Ila Ale.

SAPA (TIMIKA) – Pihak Kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto melakukan penyisiran terhadap warga yang bukan warga Kwamki Narama di Distrik Kwamki Narama dengan berniat untuk membuat masalah.

Dari pantauan Salam Papua, penyisiran yang dilakukan di sepanjang kampung Ili Ale, Distrik Kwamki Narama, Rabu (15/8), diiikuti Wakapolres Mimika  Kompol Arnolis Korowa, Kapolsek Mimika Baru AKP P. Ida Waymramra, Kasat Sabhara Mimika Iptu Matheus Tanggu Ate, Wakapolsek Mimika Baru Iptu Y. Harikatang, KBO Sat Sabhara Mimika Ipda Lexi Medianto, Kanit Patroli Sektor Mimika Baru Aiptu Poltak Gultom, Panit II Intelkam Sektor Mimika Baru Aiptu Jimmi Sakalla, Knt Lantas sektor Mimika Baru Aipda Baltazar Fasse, Panit II Reskrim sektor Mimika Baru Aipda Johansen Sianturi serta beberapa personil lainnya.

Terlihat Kapolres Mimika menyambangi  salah satu tokoh masyarakat kemudian bergegas mencari yang bukan warga Kwamki Narama itu dengan menyusuri hutan di kampung Ili Ale, hingga menemukan seorang laki-laki dari Ilaga, bernama  Pingginus Kogoya dengan busur 5 buah, anak panah 72 buah, parang 2 buah dan kampak 2 buah.

Selain itu, guna menertibkan kondisi, selama penyisiran,  para personil dengan bersenjata lengkap juga menyambangi setiap rumah, dan berhasil mengamankan busur 3 buah, 23 anak panah, kampak 3 buah dan parang 3 buah.

Usai penyisiran, warga yang berhasil diamankan tersebut, kemudian dibawa ke PosPol Kwamki Narama.

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengatakan, penyisiran tersebut dilakukan guna mengantisipasi niat buruk dari warga tersebut yang mau memicu konflik sosial seperti dulu.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada warga dari daerah lain masuk ke Kwamki Narama untuk mencari masalaha alias membuat kekacauan. Kami langsung cegah hal itu dengan menyisir lokasi,” ujarnya kepada wartawan di PosPol Kwamki Narama usai penyisiran.

Ia mengatakam,penyisiran tersebut merupakan langkah preventif (pencegahan) dan represif (penindakan) kepada warga dari luar yang masuk ke Kwamki Narama.
“Kita sudah sering mengimbau kepada masyarakat dari luar Kwamki Narama untuk tidak masuk ke wilayah ini, kalau hanya membawa masalah atau memicu konflik. Jika tidak, maka kami akan tindak tegas,” ujar Kapolres.

Ia pun meminta kepada masyarakat Kwamki Narama untuk tidak terpengaruh terhadap hal-hal yang yang bisa menyebabkan kekacauan. Sehingga kondisi diwilayah ini tetap kondusif, dan masyarakat bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan baik.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi. Ini merupakan pekerjaan rumah semua pihak, baik TNI-Polri terlebih lagi masyarakat. Bagaimana caranya menciptakan kondisi yang aman, tentram, dan damai. Dan ini bisa dilakukan, kalau saling bahu membahu untuk ciptakan kondisi tersebut,” ujar Kapolres. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment