Banyak Proyek Berjalan Kurang Efektif, KPK Kuatir Adanya Intervensi Oknum

Bagikan Bagikan
Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Mimika.

SAPA (TIMIKA) -  Berdasarkan hasil survei dan monitoring dan evaluasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Koordinator Sosialisasi Pencegahan Korupsi wilayah Provinsi Papua, Maruli Tua Manurung mengatakan, dengan melihat banyaknya proyek yang manfaatnya  kurang efektif  di Kabupaten Mimika, maka muncul kekuatiran  dan dugaan  adanya intervensi dari oknum tertentu.

Maruli mengaku, untuk mengetahui kuat atau sangat kuatnya intervensi tersebut harus didalami.

 “Melihat  pembangunan Kantor  Perpustakaan yang tidak dimanfaatkan termasuk pembangunan jalan dan yang lainnya, maka itu menjadi contoh tidak cermatnya perencanaan. Proyek-proyek yang tidak efektif pemanfaatanya ini memunculkan kekuatiran dan dugaan itu,” ungkapnya saat ditemui usai melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Seluruh Kelompok Kerja (Pokja) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemkab Mimika di  Pandopo  Rumah Negara, SP3, Jumat (3/8).

Ia menjelaskan, jika mendengar besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dinilai dari struktur  sistim belanja modal dan belanja pegawai, maka semua itu harus betul-betul dinilai oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), karena merupakan kewenangan BPK untuk mengaudit dan menilai kinerja.

“Memang kami belum terlalu melihat ke strutur itu, tapi sekarang kami sedang mempelajari hasil audit BPK untuk bisa memahami lebih dalam. Sebetulnya dari APBD itu sudah ada yang dilakukan, tetapi yang dipertanyakan ialah, apakah menjawab kebutuhan masyarakat atau tidak? Banyak yang dikerjakan, tapi kalau tidak ada efektivitasnya, maka itu hanya mau mengajarkan kepada masyarakat bahwa Pemkab Mimika mempunyai banyak uang tapi tidak memberikan manfaatnya kepada masyarakat,” jelasnya. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment