Berbekal Test Pack, Juru Malaria Kampung Sisir Papua Barat

Bagikan Bagikan
Ilustrasi

SAPA (PAPUA BARAT) - Penyakit Malaria jadi salah satu sorotan penyakit menular yang harus dieliminasi pemerintah Papua Barat. Banyak cara yang dilakukan dalam menangani kasus pasien penyakit tersebut.

Sistem EDAT (Early Diagnosis and Treatment) dipakai untuk memberantas malaria. Salah satu wilayah yang sukses menjalankan sistem ini yaitu Kabupaten Teluk Bintuni. Malahan, mereka yang mengembangkan inovasi eliminasi malaria itu.

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengatakan, sistem EDAT sudah dilaksanakan sejak 2003-2005. Pemerintah menggalakkan sistem ini dan sekarang capaian penurunan kasus malaria sudah berhasil.

"Dari program ini banyak capaian yang sudah kita lihat dan jadi kebanggaan. Kita melakukan diagnosis dan penanganan cepat," ujar Petrus di Teluk Bintuni.

Menariknya, pemerintah setempat menggandeng masyarakat yang mau menjadi juru malaria kampung (JMK). Mereka tugasnya membantu dokter saat mendeteksi malaria.

Setiap ada pasien yang dicurigai malaria, JMK melakukan rapid test (tes darah singkat). Lalu hasilnya ketahuan dengan cepat. Alatnya mirip seperti test pack untuk mendeteksi kehamilan.
Jika pasien dinyatakan positif, kemudian diberi obat sesuai dosis yang diukur dari berat badan. Obatnya juga dikemas cantik, yang membuat masyarakat tidak boleh mengonsumsi sembarangan.

"Para JMK kita latih tidak lama, biasanya cuma tiga hari. Lalu mereka harus sukarela membantu orang-orang di dekatnya. Inovasi ini sangat berhasil dan bisa kita rasakan sekarang," bener Petrus.

Saat ini, jumlah penduduk di daerah tersebut mencapai sekira 78.357 jiwa. Di sana terdapat 24 distrik, dengan rincian 10 di pesisir dan 14 di daratan. Untuk ketersediaan faskes hanya 1 RSUD, 24 puskesmas dan 34 pustu.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Papua Barat, bila melihat data Dinas Kesehatan Papua Barat tahun 2009, kasus malaria dari tahun ke tahun menurun sangat tajam. Sampai tahun 2017 pun tetap sama, tidak ada peningkatan yang drastis. Bahkan, Kabupaten Teluk Bintuni dapat penghargaan bebas malaria. (Okz)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment