CED Freeport Launcing 3 Program Pembinaan UMKM

Bagikan Bagikan
Foto bersama usai peluncuran program serta penyerahan bantuan berupa modal usaha dan pondok pinang.(Foto-Saldi)

SAPA (TIMIKA) - PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Community Economic Development (CED), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Yayasan Bina Usaha Mandiri (YBUM), Selasa (28/8), melakukan peluncuran tiga Program Pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PP UMKM). Ketiga program binaan tersebut yakni Pondok Pinang, Rumah Kreatif BUMN (Kerja sama BRI-PTFI) juga Minimarket dan Toko Fresh.

Dalam kegiatan ini, Rony Yawan selaku Section Head CED PTFI menjelaskan bahwa program pondok pinang yang di launching perdana ini melibatkan peserta pertama dengan jumlah 50 orang dan terdiri dari mama-mama Papua yang ada di Kabupaten Mimika.

Menurut Rony, dasar pemikiran sehingga program ini dibentuk, yakni, di Kabupaten Mimika dan Papua pada umumnya tersebar baik dipinggiran jalan maupun trotoar mama-mama Papua yang berdagang atau berjualan buah pinang. Mereka berjualan dengan berbagai bentuk lapak yang dibuat secara sederhana, baik hanya menggunakan sebuah meja untuk dijadikan lapak dagangan, maupun hanya menggunakan payung untuk melindungi buah pinang dari sengatan terik mentari di siang bolong.

Melihat fenomena ini, timbul pertanyaan, siapa yang harus menyentuh mama-mama Papua ini? Yang sedang bergelut dengan segala kondisi cuaca dan keadaan untuk pemenuhan ekonomi, terutama pemenuhan ekonomi dalam keluarga mereka.

“Ini yang menjadi PR, kira-kira apa sih kontribusi mereka terhadap daerah kita, perekonomian kita, kepada keluarga mereka dan seterusnya,” ujar Rony.

Dalam beberapa bulan, CED coba mengkaji, dan ternyata kontribusi mereka sangat luar biasa, khususnya untuk perekonomian dalam keluarga sendiri. Oleh karena itu, PP UMKM dikembangkan dengan melihat dari hulu hingga hilir, hal-hal apa saja yang menjadi tantangan dan perlu untuk dibenahi.

“Dan ternyata mereka juga membutuhkan bantuan dari kita. Di sisi hulu mereka terkendala suplai pinangnya, di sisi prosesnya mereka terkendala modalnya, di sisi akhirnya mereka terkendala soal pemasarannya. Ini yang coba kita sentuh. Kita membangun sistem, kita menjamah mereka semua, kita memberikan support sehingga mereka itu bisa bertumbuh. Dan kalau kita benahi, mereka sebenarnya bisa menjadi penggerak ekonomi di masyarakat kita,” terangnya.

Apa yang dilakukan ini tidak terlepas dari para pihak yang turut terlibat dalam mendukung pengembangan PP UMKM, baik Pemkab Mimika (Dinas-dinas terkait), wiraswasta lainnya (YBUM), perbankan (BRI) dan PTFI sendiri.

“Pemerintah sebagai leader kami yang selalu mengarahkan dan membimbing kami untuk melakukan setiap program-program kita. Justru itu kita menggandeng pemberdayaan perempuan, menggandeng ekonomi kreatif untuk kita bentuk ini. Di sisi permodalan kita gandeng BRI. Dan sebenarnya sumber daya ini cukup untuk mengangkat mama-mama ini sukses kedepan,” katanya. 
Penyerahan bantuan berupa unit kendaraan oleh Natan Kum selaku perwakilan manajemen PTFI.(Foto-Saldi)
Diharapkan kehadiran mama-mama Papua yang disupport dengan pondok pinang ini bisa menjadi contoh dan menjadi roll mode bagi orang Papua, yang sebenarnya bisa untuk berwirausaha, walaupun dalam usaha-usaha kecil seperti ini.

Freeport tentunya memberikan support. Mereka yang biasanya terlihat hanya menggunakan meja sederhana dan memakai payung di pinggir jalan atau di atas trotoar, kini dibantu dengan pondok yang layak untuk berjualan, yakni yang disebut pondok pinang.

Dari sisi distribusi barang (Buah pinang). Jika diperhatikan modal yang kecil dan pas-pasan tentunya akan bertambah susah jika untuk memperoleh barang harus mengeluarkan lagi biaya yang cukup besar. Sehingga, untuk operasinya mereka ini akan dibantu dengan seorang pengusaha yang dijadikan sebagai supplier dan dibantu satu unit kendaraan pengangkut.

“Naik ojek mahal pergi ke pasar ketemu dengan tengkulak, akhirnya biaya operasinya jadi tinggi. Kita bantu mereka dengan supplier. Sehingga dari segi waktu, dari segi biaya, mereka akan terbantukan. Sehingga itu akan membantu mengangkat pendapatan mereka. Untuk itu kita butuh kolaborasi untuk membantu wirausaha Papua, sehingga cita-cita masyarakat kita yang sukses dan mandiri itu bisa tercapai kedepan,” ujar Rony.

Selanjutnya, minimarket dan toko fresh. Dari produk PP UMKM ini sudah ada beberapa masyarakat asli Mimika yang ternyata berhasil mengembangkan usahanya. Bahkan, mereka pun bisa bersaing dengan saudara-saudaranya yang lain dalam berwirausaha. Kali ini terdapat lima pengusaha yang dibantu dengan modal untuk berwirausaha.

“Hari ini 5 pengusaha Papua ada yang bisa membuka toko mini market, kemudian ada juga yang fresh market. Nah, ini mereka sudah mulai tampil. Ini yang namanya kita bisa menjadi tuan di negeri kita sendiri,” katanya.

Sedangkan tidak kalah penting adalah Rumah Kreatif BUMN atau RKB, kerja sama antara BRI dengan PTFI melalui PP UMKM CED. Di Mimika, sangat banyak kreatifitas masyarakat yang belum tersalurkan dengan baik. Oleh karena itu dihadirkan rumah kreatif agar menjadi tempat atau wadah untuk pengusaha bisa berkumpul dan berkreasi, serta untuk memasarkan produk-produk lokal yang dimiliki.

“Ini yang sangat membantu kita adalah rumah kreatif. Kalau kita perhatikan, di Timika ini banyak sekali kreatifitas yang belum tersalurkan dengan baik. Justru itu dengan bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia kita menghadirikan rumah kreatif sebagai wadah, tempat dimana kita bisa berkumpul dan berkreasi, dan memasarkan produk-produk lokal,”katanya. 
Penyerahan bantuan pondok pinang oleh Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang.(Foto-Saldi)
Pada kesempatan ini, Natan Kum selaku Vice President (VP) Community Development menyampaikan sambutannya mewakili manajemen PTFI. Apa yang telah dilakukan ini, menurut Natan, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat PTFI melalui PP UMKM, dimana terus berupaya untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat lokal. Sasarannya melalui pembinaan dan pendampingan usaha secara langsung dan juga berkesinambungan.

Oleh karena itu, sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat lokal, PP UMKM berupaya melakukan penguatan-penguatan usaha, meningkatakan layanan kepada peserta program (Pengusaha binaan) seperti pemberian paket stimulus bagi utusan peserta program pengembangan usaha perempuan Papua, dan juga membangun kemitraan dengan pemerintah maupun swasta.

“Berangkat dari hal ini, maka, PP UMKM mencoba menghadirikan, memperkenalkan produk-produk baru dari program pembinaan UMKM, yang diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal secara berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan launching produk PP UMKM CED PTFI tentunya memiliki tujuan, yakni melakukan penguatan-penguatan usaha dan daya saing para peserta program PP UMKM. Melakukan pengembangan dan usaha pemberdayaan perempuan Papua (Mama-mama Papua) untuk meningkatkan kualitas perempuan Papua dari aspek ekonomi. Membangun kemitraan dan juga mengajak peran serta pihak-pihak terkait (Stakeholder), Pemkab Mimika, lembaga perbankan untuk terus turut serta dalam pengembangan dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Mimika. Serta menciptakan agen-agen perubahan dan juga perkembangan agen development yang merangkum pertumbuhan UKM di Kabupaten Mimika.

Manfaatnya, meningkat penjualan atau pendapatan dari mama-mama Papua pedagang buah pinang, berkurangnya biaya operasional (masalah pembelian dan transportasi) serta disediakannya pondok yang layak.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang, dalam sambutannya menyampaikan dorongan-dorongan kepada dinas terkait agar dapat berperan aktif serta bekerja sama dengan para pihak untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, serta memberdayakan masyarakat melalui sumber daya yang ada. (Sld)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment