Delapan Jenazah Kecelakaan Pesawat Tiba Di Jayapura

Bagikan Bagikan
Delapan jenazah korban pesawat kecelakaan Dimonim Air di Gunung Manuk, Kabupaten Pegunungan Bintang tiba di Jayapura-foto indraya.co

SAPA (JAYAPURA) - Delapan jenazah korban pesawat kecelakaan Dimonim Air di Gunung Manuk, Kabupaten Pegunungan Bintang tiba di Jayapura dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, guna di identifikasi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Senin (13.8), delapan jenazah itu tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura sekitar pukul 11.30 WIT lalu langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura sekitar pukul 12.30 WIT untuk diidentifikasi.

Delapan korban kecelakaan pesawat itu termasuk pilot dan kopilot pesawat serta enam penumpang lainnya.

Kabid Dokes Polda Papua Kombes Pol dr Ramon mengemukakan acuan pihaknya untuk jenazah ini terindifikasi yakni data primer.

"Acuan primer itu cukup satu, misalnya, gigi cukup, sidik jari cukup atau DNA, salah satu dari itu positif itu sudah teridintifikasi," ujarnya.

Lanjut dia, sedangkan data-data itu seperti properti, data lain misalkan, bekas operasi.

Selanjutnya, ditambah dengan data sekunder yakni fotografinya, tinggi badan, jika tingginya sudah diperkirakan itu sudah satu bukti.

"Mungkin ada tanda apa lagi, misalnya, ada tahi lalat dibadan, nah itu mempercepat," tuturnya.

Ia menyebutkan, pihaknya akan berupaya agar cepat selesai dan tidak ingin berlama-lama.

"Kami juga tidak ingin berlama-lama, kalau memang idealnya besok selesai. Kalau sidik jarinya tidak ada, mungkin bajunya, atau keluarganya datang memberikan keterangan kalau ada operasinya ya oke," ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan Karungkit RS Bhayangkara AKBP dr Heri Budiono.  Menurut Heri, ada dua data besar dalam indentifikasi jenazah yakni data primer dan data sekunder.

Data primer menyangkut sidik jari kemudian gigi dan DNA. Kemudian data sekunder yaitu properti semisal perhiasan yang dipakai, baju, riwayat medis, misalkan, ada luka di mana sesuai keterangan dari keluarga.

Selanjutnya, antemortem/proses identifikasi korban bencana seperti mewawancari keluarga korban.

"Jadi sebenarnya jenazahnya itu dibawa ke RS Bhayangkara untuk di indentifikasi, jadi, misalnya, jenazah A cocok dengan nama A, jenazah B cocok dengan nama B," paparnya.

Kemudian rekonsiliasi yaitu mencocokan data dan penyerahan pada keluarga.

Pesawat pilatus dengan nomor penerbangan PK-HVQ milik Dimonim Air diketahui jatuh di Gunung Manuk, setelah dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (11/8) dalam penerbangan dari Tanah Merah menuju Oksibil. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment