Distanbun Mulai Produksi Minyak Kelapa Bersama Kelompok Tani

Bagikan Bagikan
Kadistanbun Mimika, Yohana Paliling.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hotikultura (Distanbun) Kabupaten Mimika, Yohana Paliling, mengaku bahwa saat ini pihaknya bersama kelompok tani yang dibina mulai memproduksi minyak goreng dari sari kelapa murni.

Yohana mengatakan, pada Jumat (24/8) lalu pihaknya telah memulai proses pertama untuk uji coba pengolahan mesin bersama kelompok tani Amoko di Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur.

“Saat ini telah ada mesin dan tempat pengolahan. Hari Jumat lalu kami sudah uji coba mesin dan mengolah 1000 buah kelapa yang kami datangkan dari kelompok tani di Atuka. Puji Tuhan, dari uji coba ini dihasilkan minyak goreng kelapa yang bagus. Kami sudah sosialisasikan persoalan ini sejak tahun lalu,” katanya saat ditemui di halaman Bank BRI, Jalan Budi Utomo, Selasa (28/8).

Selain melibatkan kelompok tani Amoko di Kaugapu, pengolahan minyak kelapa ini juga dihadiri oleh kelompok tani dari SP 6 agar bisa memperhatikan proses pengolahan secara bersama-sama.

Meski masih dalam tahapan uji coba, Distanbun bersama kelompok tani langsung mengemas minyak kepala hasil olahan tersebut dalam bentuk kemasan plastik dengan takaran 1 liter dan 500 mil.

Namun, sebelum hasil produksi minyak goreng kelapa ini dipasarkan, harus didahului dengan uji kelayakan. Akan tetapi, Distanbun sudah mulai memfasilitasi petani lokal agar kelapa bisa menjadi salah prodak lokal yang bisa menopang perekonomian masyarakat.

Mesin pengolahan yang sudah ada, menurut dia, akan ditempatkan di kota Timika dan akan mendatangkan bahan baku dari wilayah pesisir.

“Memang kita belum memasarkannya, karena masih dalam tahap uji coba saja. Awalnya mesin-mesin yang akan disiapkan nantinya ditempatkan di Atuka dan Uta, karena disana banyak bahan bakunya. Tetapi setelah kami survei ulang, ternyata satu kendala yaitu persoalan air bersih, karena kalau air yang dipakai tidak bersih maka hasil minyaknya juga akan tidak bagus,” tuturnya.

Selanjutnya, ia mengatakan dengan adanya produksi minyak goreng kepala ini, maka harga kelapa akan naik Rp1.000 dan penjualan kelapa bagi petani akan menjadi lancar. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment