Flobamora Berkomitmen Kerja Nyata Membangun Papua

Bagikan Bagikan
Flobamora Berkomitmen Kerja Nyata Membangun Papua.(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Pengurus Ikatan Keluarga Flobamora-NTT di Provinsi Papua berkomitmen melakukan kerja nyata untuk membangun tanah Papua dan mendukung setiap program yang digulirkan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat.

Ketua Ikatan Keluarga FLobamora-NTT di Provinsi Papua, Sulaiman L Hamzah usai dilantik oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua, TEA Hery Dosinaen di Jayapura, Sabtu (25/8), menjelaskan tema "Kerja Nyata" diambil dari semua profesi yang digeluti oleh masyarakat Flobamora.
Ia menegaskan, masyarakat Flobamora sesuai dengan profesinya harus mengambil peran dalam proses pembangunan di Papua.

"Jadi kami menyesuaikan dengan perundang-undangan maupun peraturan pemerintah yang menjadi pedoman bagi kami untuk melaksanakan program sehingga tema Kerja Nyata Membangun Papua ini berbagai profesi yang dimiliki masing-masing warga Flobamora harus betul-betul tampil secara profesional," ujarnya.

Sulaiman yang juga sebagai Anggota DPR RI menyampaikan organisasi ini sifatnya kemasyarakat dan lebih pada pelayanan kepada masyarakat yang berasal dai NTT, maka Flobamora lebih fokus pada pendataan masyarakat yang datang dan pulang, yang lahir dan mati, serta pelayanan kemanusiaan.

Menurut dia, dari 22 kabupaten yang ada di NTT, semua memiliki adat budaya, tradisi dan tari-tarian yang bisa ditampilkan sebagai kekayaan budaya di Papua.

Hal terpenting yang akan menjadi salah satu prioritas program Flobamora adalah membina masyarakat Flobamora, anak-anak usia muda, terutama yang masih sekolah.

"Mereka ini akan kita bina terus menerus dan untuk program jangka pendeknya di Desember 2018, akan ada rakerda dengan menghadirkan pengurus di seluruh kabupaten/kota dan pentas seni ini," kata dia.

Ia menyebut momen tersebut akan digunakan untuk pengenalan budaya kepada anak-anak muda Flobamora yang mungkin belum pernah pulang ke NTT supaya mereka bisa belajar dan mempelajari bahasa dan kesenian dari kampung halamannya.

"Pelayanan keseharian dilakukan agar generasi muda tidak terjebak pada pengaruh-pengaruh buruk yang justru merugikan kita," kata Sulaiman. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment