Jumlah Peserta Karnaval Budaya Nusantara Diluar Perkiraan Panitia

Bagikan Bagikan
Karnaval Budaya Nusantara.

SAPA (TIMIKA) – Suasana Karnaval Budaya Nusantara di Kabupaten Mimika yang dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI ke 73 tergolong luar biasa dengan antusias pelajar dan masyarakat yang tergabung dalam kerukunan masing-masing. Jumlah peserta diluar perkiraan panitia penyelenggara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

Selama kurang lebih empat jam, lautan massan memadati halaman Graha Eme Neme Yauware dan tugu Perdamian Timika Indah. Belasan ribu peserta karnaval  yang mengenakan atribut merah putih dan aneka pakaian adat dari seluruh pelosok Indonesia ini, satu persatu keluar dari halaman Graha Eme Neme Yauware dan melewati rute yang telah ditentukan panitia.

 Ribuan peserta yang merupakan pelajar secara berurut melintasi Jalan Belibis, Yos Sudarso menuju Katedral Tiga Raja, lalu belok Jalan Cenderawasih, belok Jalan Budi Utomo dan kembali finis di Graha Eme Neme Yauware.

Sedangkan, peserta kategori umum yang meliputi perguruan tinggi, perwakilan dari BUMN, pegawai Pemkab dari masing-masing OPD serta masyarakat dari berbagai peguyuban, star dari Graha Eme Neme, belok ke Jalan Budi Utomo  menuju ke Jalan Hasanuddin, lalu belok kiri  menuju Jalan Yos Sudarso, belok kiri  menuju persimpangan Bank Papua dan belok kiri masuk Jalan Belibis dan kembali finis di Graha Eme Neme Yauware.

 “Yang terdaftar sebelumnya sekitar 2.000 atau 3.000 peserta saja, tapi satu hari menjelang pelaksanaan karnaval, jumlah peserta melonjak hingga 12.000- an. Ini jumlah yang diluar perkiraan kita. Bayangkan saja dari masing-masing kerukunan itu mengutus puluhan perwakilan bahkan ada yang hingga ratusan. Belum lagi ditambah dengan sekolah-sekolah dan pegawai dari masingmasing OPD di Pemda,” ungkap Ketua Panitia HUT RI ke 73, Pemkab Mimika DR. I Nyoman Putu Arka, SE.M.Si usai pelaksanaan Karnaval Budaya Nusantara, Sabtu (11/8).

Pantauan Salam Papua, karnaval  yang dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati, Yohanes Bassang dan dikawal ketat oleh ratusan personil Kepolisan Polres Mimika ini sempat menjadikan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan menjadi macet. Bukan hanya itu, padatnya peserta karnaval yang berbondong-bondong meneriakan yel-yel dari masing-masing kesatuan atau peguyuban dan sekolah ini juga sempat mengecoh aturan khusus rute yang ditentukan panitia.

Namun Ketua Panitia HUT RI Pemkab Mimika, DR. I Nyoman mengatakan situasi tersebut dikarenakan jumlah peserta jauh  melebihi yang ditargetkan panitia, khususnya seksi karnaval, dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika.

“Memang dalam rencana kita semuanya sudah tertata baik, tapi karena antusias masyarakat, makanya suasananya jadi tidak teratur. Tidak teratur dalam artian rutenya sudah tidak sesuai lagi.  Meski rutenya tidak sesuai dengan ketentuan, tapi karnaval kita berjalan aman dan semaraknya sangat terasa. Ini luar biasa,” tuturnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan karnaval tahun ini merupakan acuan untuk penyelenggaraan karnaval dalam momen kenegaraan ataupun kegiatan besar lainnya di Mimika pada tahun-tahun selanjutnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh aparat Kepolisian dan TNI serta Satpo PP yang ikut menjaga dan mengawal keamanan karnaval tersebut.

Dalam sambutanya sebelum pelepasan ribuan peserta karnaval ini, Nyoman mengatakan, karnaval ini diselenggarakan dengan dasar  Keputusan BupatiMimika Nomor 176 tahun 2018 tanggal 9 Juli 2018 tentang pembentukan panitia HUT RI ke 73 Pemkab Mimika.

Sedangkan tujuannya sejalan dengan  tema  “DenganSemangat ‘Kerja Kita Prestasi Bangsa’ KitaTingkatkan Pembangunan dan Pelayanan Menuju Masyarakat Mimika yang Aman, Damai dan Sejahterah.

Dengan demikian, karnaval budaya nusantara ini merupakan salah satu kegitan pembangunan. Dalam hal ini,  selain untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke-73 juga bertujuan untuk, Satu, memperkenalkan warna-warni keragaman budaya seperti pakaian, tradisi dan kesenian dari daerah  masing-masing se Indonesia yang ada di Mimika sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.

Dua, Menumbuhkan dan memupuk semangat untuk cinta tanah air, menggali, melestarikan, merawat dan menambahb wawasan kebudayaan nusantara bagi masayarakat Mimika. Tiga, Sebagai media pemersatu bangsa untuk meningkatkan rasa saling menghormati antar sesama, persaudaraan, kebersamaan untuk memperkuat harmonisasi masyarakat Mimika secara berkelanjutan.

Empat, Menjadikan pagelaran atraksi budaya sebagai event tahunan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata baik domestik dan internasional yang dapat  berkontribusi positif dalam mewujudkan masyarakat Mimika yang aman, damai dan sejahtera. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment