Karena Ketakutan, Kepsek SMP Banti Akhirnya Mengundurkan Diri

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas Pendidikan, Jeni Ohestin Usmani.

SAPA (TIMIKA) – Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Banti, Markus Sombo, diketahui telah mengundurkan diri sejak bulan lalu dengan alasan merasa takut terhadap situasi atau kondisi di wilayah Banti, Distrik Tembagapura. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika kini telah menunjuk seorang guru senior pada sekolah tersebut untuk menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) sementara.

Penunjukkan guru senior menjadi kepsek, menurut Kepala Dinas pendidikan (Kadisdik), Jeni Ohestin Usmani, dikarenakan masih adanya pelayanan yang harus diberikan kepada anak-anak Banti yang saat ini berada di Timika.  Dan berdasarkan informasi ada sebanyak 74 siswa SMP dari Kampung Banti yang 14 diantaranya merupakan siswa titipan. Sedangkan yang lainnya, yang kini berada di Timika, merupakan kewajiban dari para guru untuk mencari ke masing-masing tempat tinggal siswa agar bisa mengetahui keberadaan terakhir para siswanya.

“Saya tidak bisa menjamin bahwa kondisi keamanan di Banti itu seperti apa, karena itu bukan kewenangan saya. Yang jelas saya sudah perintahkan guru-guru untuk mengecek siswa-siswa mereka yang saat ini belum jelas keberadaanya,” kata Jeni saat ditemui awak  media di Graha Eme Neme Yauware, Rabu (15/8).

Sedangkan untuk Kepsek SD Banti, menurut Jeni, masih tetap bertahan untuk menjalankan tugas dengan menjalin komunikasi bersama Kepala Kampung setempat. Hal itu agar Kepsek bisa mengetahui situasi terkini di Banti dalam menjalankan tugas.

Jeni mengaku, pada prinsipnya dinas siap memfasilitasi persoalan kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun jika situasi atau kondisi keamanan tidak memungkinkan untuk para guru bertahan mengajar di Banti, maka, masih banyak gedung yang tidak digunakan di wilayah kota untuk dipakai sebagai sekolah sementara.

Mengenai persoalan keamanan, kata Jeni, itu adalah persoalan teknis khususnya pihak keamanan. Sebab, jika berbicara soal keamanan seharusnya melibatkan semua stakeholder, karena persoalan itu bukan ranah Disdik.

“Kami pada prinsipnya siap memfasilitasi, kalau memang di atas (Banti) sudah tidak bisa melaksanakan KBM, maka kita cari tempat di wilayah kota. Karena banyak gedung atau sekolah lain yang bisa menampung anak-anak dari atas biar mereka tetap bersekolah. Jadi sekarang tergantung anak-anaknya saja,” ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment