KOMISI V DPRP Papua: RSUD Kekurangan Obat

Bagikan Bagikan
Yan Mandenas.(foto-Antara). 

SAPA (JAYAPURA) - Ketua Komisi V DPRP Papua, Yan Mandenas mengatakan kondisi RSUD Dok II Jayapura saat ini benar-benar mengalami kekurangan obat-obatan serta membatasi kegiatan operasi.

"Apa yang terjadi di RSUD Dok II Jayapura memang fakta dan terbukti selama melakukan inspeksi mendadak yang diikuti anggota komis V dari Partai Golkar, yakni Tan Wie Long terungkap berbagai masalah yang dihadapi rumah sakit terbesar di Papua," katanya di Jayapura, Senin.

Ada beberapa masalah yang berhubungan langsung dengan pasien yaitu persediaan obat sekali pakai, obat injeksi dan minum makin menipis bahkan ada beberapa diantaranya sudah habis habis serta alat sterilisasi yang mengalami kerusakan, kata Yan Mandenas disela-sela inspeksi mendadaknya di RSUD Dok II Jayapura.

Dikatakan, bahkan dalam kegiatan tersebut terungkap ada 13 jenis obat yang sudah habis bahkan pihak apotek yang sebelumnya bekerja sama dengan RSUD Jayapura sudah tidak lagi memberikannya sehingga terpaksa keluarga pasien mencari ke apotek lain.

Dari hasil kunjung ke gudang obat RSUD Dok II terungkap dari penuturan petugasnya mengungkapkan saat ini dana yang dialokasikan untuk obat-obatan terbatas hanya Rp2 miliar.

Bahkan rumah sakit berhutang kepada perusahaan farmasi yang menjadi rekanan khususnya untuk pasein pemegang Kartu Papua Sehat (KPS) dan BPJS masing masing Rp300 juta per bulan dan kini sudah bulan kedelapan.

Memang benar kondisi RSUD Dok II Jayapura sudah sangat memprihatinkan dan harus segera dibenahi, kata Mandenas yang setelah melakukan pengecekan langsung mengadakan pertemuan tertutup dengan para dokter termasuk dr Grace Daimboa yang laporannya kepada pejabat Gubernur Papua Soedarmo menjadi viral di media sosial.

Apa yang dilaporkan dr Grace terbukti hingga menyebabkan pelayanan RSUD Jayapura tidak maksimal, kata Mandenas yang mengaku dalam pertemuan dengan para dokter yang tergabung Komite Medik dipimpin Direktur Pelayanan Medis dr Donal Aronggear.

Dalam pertemuan itu, dr Grace Daimboa mengaku tidak menyangka laporannya kepada gubernur bisa menjadi viral dan itu hanya untuk memberitahukan. Selaku Ketua Komisi V DPRP Papua, ia menyatakan akan memanggil dan melakukan pertemuan dengan kepala badan keuangan untuk mengetahui realisasi dan penyerapan anggaran di RSUD Dok II Jayapura. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment