Korban Selamat Dimonim Air Dievakuasi Ke Jayapura

Bagikan Bagikan
Korban selamat yang dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Demonim Air -fotokompas.com
SAPA (JAYAPURA) –  Tim SAR gabungan yang dibantu masyarakat, Minggu (12/8) berhasil mengevakuasi delapan jenazah, korban pesawat milik Demonim Air yang jatuh dalam perjalanan Tanah Merah-Oksibil, Papua, Sabtu (11/8) dari gunung Menuk.

“Evakuasi diawali dengan membawa Jumaidi (12 th) korban selamat yang mengalami cidera ke rumah sakit di Oksibil.  Korban Jumaidi sendiri belum dapat bercerita tentang insiden yang dialaminya,” kata Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Michael kepada Antara yang menghubunginya dari Jayapura Papua, Minggu.

Sementara Kepala SAR Jayapura, Puru Arga di Jayapura, Minggu,  mengatakan, dari rumah sakit Oksibil, Jumaidi  langsung dievakuasi ke Jayapura RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan intensif.

“Evakuasi korban dilakukan dengan menggunakan pesawat milik Demonim Air  yang lain langsung dari Oksibil. Korban mengalami patah tangan kanan  dan cidera di bagian perut,” ujarnya.

Tim SAR juga sudah berhasil mengevakuasi seluruh jasad penumpang dan crew pesawat naas dengan kode penerbangan PK-HVQ dan saat ini seluruhnya sudah berada di RSUD Oksibil.

"Kondisi jenasah korban utuh, sehingga proses identifikasi akan dilakukan Senin (13/8) setelah Tim DVI RS Bhayangkara tiba di Oksibil," tambahnya.

Kepala SAR Jayapura yang memimpin langsung pencaharian di Oksibil mengatakan, kedua crew pesawat naas yakni Leslie Suvuve yang berkebangsaan Papua Nugini (PNG) dan Wayan Sugiarta akan dievakuasi Senin (13/8).

PT Jasa Raharja (Persero) menyampaikan menjamin santunan bagi para korban kecelakaan pesawat perintis Dimonim Air di Papua, Sabtu (11/8).

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengatakan perseoran menjamin hak santunan kepada para korban sesuai Undang-Undang Nomor 33 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 tahun 2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Kecelakaan Penumpang.

"Jasa Raharja memberi hak santunan sebesar Rp 50 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia, dan menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit di mana korban dirawat, dengan biaya perawatan maksimum Rp25 juta apabila terdapat korban luka luka," kata Budi.

Kecelakaan pesawat perintis Dimonim Air milik PT Marta Buana Abadi dengan keberangkatan dari Tanah Merah menuju Oksibil, Papua, diperkirakan menyebabkan korban sembilan orang, yang terdiri atas tujuh penumpang, pilot, dan kopilot.

Menindaklanjuti kejadian itu, Jasa Raharja yang telah menerima laporan, langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Polda Papua, dan Polres Oksibil untuk mendata para korban dan mendatangi ahli waris korban untuk dilakukan pendataan.

Pesawat  tipe PAC750XL milik Dimonim yang dipiloti Leslie Sevove dan co-pilot Wayan Sugiarta, terbang dari Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel menuju Oksibil di Pegunungan Bintang, Sabtu (11/8) pukul 13.42 WIT dan dijadwalkan tiba di Oksibil pukul 14.20 WIT. Namun pesawat dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 14.18 WIT.

Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 14.17 WIT, dengan pesawat PK-HVQ melaporkan posisi "overhead" pada ketinggian 7.000 kaki.

Kondisi cuaca diinformasikan angin 110 derajat sembilan knots, tingkat penglihatan satu sampai dua kilometer ke arah Iwur, "area right base" , area "left bese" tertutup awan, "cloud base" 4.700, kaki.

Tujuh penumpang yang ikut dalam pesawat tersebut yakni Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin, Naimus, dan Jumaidi.  (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment