Mari Kita Sukseskan Pekan ASI Sedunia

Bagikan Bagikan
Ilustrasi.

MINGGU pertama Agustus, tanggal 1 – 7 Agustus diperingati sebagai Pekan Air Susu Ibu (ASI) Sedunia. Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week (WBW), bertujuan untuk memberikan informasi yang benar tentang ASI dan manfaatnya agar anak sehat dan cerdas, dengan mengajak berbagai pihak untuk ikut berperan serta mendukung ibu menyusui. ASI sebagai makanan bayi terbaik ciptaan Tuhan tidak dapat tergantikan dengan makanan dan minuman yang lain. Pemberian ASI adalah pemenuhan hak bagi ibu dan anak. 

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization menyebutkan standar dalam pemberian makan pada bayi dan anak. Pertama, menyusui harus segera dilakukan dalam satu jam setelah lahir. Kedua, menyusui bayi sejak lahir sampai usia enam bulan; ketiga, mulai umur enam bulan bayi mendapatkan makanan pendamping ASI; keempat, menyusui sampai bayi usia dua tahun.

ASI yang merupakan berkah dari Tuhan,  memiliki manfaat yang luar biasa  tidak hanya buat anak, tapi juga ibu, keluarga serta bangsa kita ini. Peringatan Pekan ASI Sedunia (PAS) penting buat kita semua untuk memberikan dukungan kepada para ibu agar sukses memberikan ASI bagi bayinya. 

Tujuan lain dari Peringatakan Pekan ASI adalah untuk menekan angka kematian bayi baru lahir atau neonatal. Berdasarkan data Unicef Indonesia tahun 2012, setiap tiga menit terdapat seorang balita meninggal. Selain itu, setiap satu jam terdapat satu perempuan meninggal saat melahirkan. 

Sementara itu kajian global The Lancet Breasfeeding Series tahun 2016 menyebutkan, ASI eksklusif dapat menurunkan angka kematian bayi baru lahir karena infeksi sebanyak 88 persen. Selain itu, sebanyak 31,36 persen dari 37,94 persen anak sakit karena tidak menerima ASI eksklusif. 

Berikut ini manfaat yang bisa didapatkan dengan berinvestasi lewat pemberian ASI  kepada anak. Pertama, Mengurangi pengeluaran. ASI bersifat alami dan for free sehingga dapat mengurangi pengeluaran keluarga, jika dibandingkan dengan memberikan susu formula.  Sehingga dengan memberikan ASI, uang yang ada dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lain. Tidak hanya itu, selain ekonomis, ASI juga praktis dan bisa diberikan kapan saja. 

Kedua, Jamin keamanan pangan bayi. Pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun akan memberikan kebutuhan gizi yang optimal untuk anak. Sehingga menyusui dengan ASI, berarti kita sudah menjamin keamanan pangan untuk bayi. ASI merupakan jantung dari ketahanan pangan yang telah diciptakan Tuhan sesuai dengan kebutuhan bayi. 

Ketiga, Meningkatkan kesehatan. Menyusui dapat memberikan daya tahan tubuh alami pada anak, meningkatkan kesehatan, serta perkembangan yang optimal. Di dalam ASI mengandung zat kekebalan serta komponen zat gizi lain yang mendukung perkembangan anak. Manfaat kesehatan buat ibu menyusui juga banyak . Pemberian ASI membantu pemulihan rahim pasca melahirkan dan juga bisa sebagai media kontrasepsi alami. Yang tidak kalah penting, dengan menyusui maka akan terbangun ikatan batin yang kuat antara ibu dan anak. 

Keempat, Pendidikan berkualitas . Memberikan ASI kepada bayi hingga usia 6 bulan ditambah makanan pendamping ASI ketika usia sudah 6 bulan membantu perkembangan mental dan kognitif anak. Hal ini akan meningkatkan kecerdasan anak di masa depan. 

Kelima, kesetaraan gender. Menyusui bukan hanya tanggung jawab seorang ibu. Peran ayah juga tidak kalah penting. Mendukung ibu untuk tetap menyusui meskipun harus bekerja akan memberikan kesempatan buat para ibu untuk tetap memiliki kesamaan peluang dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan lain sebagainya. 

Dengan memperingati Pekan ASI Sedunia, mari kita memberi dukungan dan semangat buat para ibu agar bisa memberikan ASI eksklusif 6 bulan plus ASI hingga 2 tahun. Karena  masa depan bangsa adalah tanggung jawab kita bersama.  (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment