Masuk Usia Ke-21, Distrik Miru Dipimpin Pejabat Ke-10

Bagikan Bagikan
Drs. Ananias Faot, M.Si.(Foto-Dok) 

SAPA (TIMIKA) -  Masuk usia ke 21 tahun setelah menjadi kecamatan sejak tahun 1997 silam, saat ini Distrik Mimika Baru (Miru) telah  dipimpin pejabat ke 10 sebagai camat ataupun kepala distrik.

Hal ini diulas oleh Drs. Ananias Faot, M.Si yang saat ini menjabat Kepala Distrik Miru. Menurut Ananias, tanggal 27 Februari tahun 1997 bertempat di Kabupaten Jaya Wijaya tepatnya di Wamena, dilakukan persemian 53 kecamatan se Irian Jaya.  Ketika itu Kecamatan Miru, masih  merupakan bagian dari  salah satu kecamatan di Kabupaten Fak-Fak.

Dimana, pejabat pertama yang dilantik menjadi camat Miru ialah Fransiskus Hombore. Tapi setelah Fransiskus pindah menjadi Wakil Bupati di Fak-Fak, jabatanya diganti oleh Hironimus Taime. Selanjutnya Hironimus diganti oleh Damianus Katiop yang saat ini menjabat sebagai Asisten Bidang Pemerintahan, Setda Mimika. Damianus diganti  oleh Askamina Siagian dan kemudian diganti oleh James Sumigar. Selanjutnya, diganti oleh Paulus Yanengga dan dilanjutkan oleh Yohana Arwam dan hingga saat ini diganti oleh Ananias Faot.

“Di usia yang ke 21 tahun penyelenggaraan pemerintahan masih terus berlanjut meski tertatih-tatih dalam berbagai situasi dan keterbatasan serta kekurangan yang ada. Saat ini pagar lebih tinggi  dari Kantor Distrik Miru. Karena itu menjadi pertimbangan khusus bagi Pemkab Mimika agar ketika memasuki usia ke 25 atau pesta perak, Kantor Distrik Miru sudah dibangun dua lantai, karena kantor ini merupakan icon Kota Mimika,” ungkap Ananias dalam sambutanya pada acara peringatan HUT Distrik Miru ke 21 yang juga dirangkaikan dengan perayaan HUT RI ke 73 di halaman Kantor Distrik Miru, Senin (27/8).

Menurut Ananias, Distrik Miru merupakan Distrik dalam wilayah kota sehingga angat perlu diperhatikan secara fisik agar sama dengan OPD yang lainnya. Apalagi, tipelogi yang diperoleh Distrik merupakan tipelogi A sehingga harus betul-betu disamakan dengan OPD.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab setelah menjadikan distrik sebagai OPD yang ditandai dengan diberikannya alokasi anggaran. Meski anggaran yang dialokasikan sangat terbatas, tetapi kami bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan semua bentuk pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara Wakil Bupati Mimika, Yohanes Bassang mengatakan, Pemerintah Distrik Miru harus terus konsisten memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat melalui pembangunan-pembangunan yang betul-betul menyentuh.

Menurut Yohanes, setiap pembangunan yang dilakukan tidak memerlukan sesuatu yang besar dan mewah, karena  meskipun kecil, yang penting bisa dirasakan seluruh masyarakat.

“Tidak perlu membuat program yang muluk-muluk.  Sangat rugi kalau itu tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jadi saya harap buatlah program yang betul-betul dirasakan masyarakat agar masyarakat tahu pemerintah itu ada,” tuturnya. (Acik).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment