Masyarakat Jayawijaya Keluhkan Buruknya Jaringan Telkomsel

Bagikan Bagikan
Telkomsel

SAPA (WAMENA) - Masyarakat pengguna PT Telkomsel di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua mengeluhkan buruknya jaringan internet.

Ita, seorang karyawan salah satu badan usaha di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Kamis (30/8), mengatakan belakangan ini jaringan internet di Wamena bukannya bertambah baik tapi bertambah buruk.

"Jelas saya rasa rugilah, saya harus membeli paket data yang mahal dan jelas sekali banyak bisnis yang menggunakan jasa dari Telkomsel, namun jaringan yang buruk sehingga pekerjaan atau bisnis tidak berjalan dengan baik. Rugi di waktu dan di materi," katanya.

Pengguna kartu Hallo itu mengaku membayar mahal namun pelayanan yang diterima tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan.

Wanita yang berkantor di sekitar Kelurahan Sinakma itu mengaku jaringan internet di Sinakma maupun tempat tinggalnya di sekitar Hom-hom tidak memuaskan.

"Semua titik di Kabupaten Jayawijaya ini jaringannya jelek. Baik di pusat kota, pinggiran kota dan di kampung-kampung. Semua tempat jaringan jelek," katanya.

Ia mengatakan pekerjaan mereka membutuhkan internet, misalnya membuka email namun tidak berjalan lancar belakangan ini.

"Untuk itu, saya menyarankan agar Telkomsel sebagai layanan jasa komunikasi yang ternama, lebih maksimal lagi supaya kita yang telah menggunakan layanan Telkomsel puas dan tetap setia kepada layanan telkomsel," katanya.

Keluhan yang sama disampaikan oleh Eka Fransiskus, seorang pegawai di Kantor Bupati Jayawijaya.

"Saya rugi sekali dengan paket internet yang mahal namun jaringan tetap buruk," katanya.

Deni, salah satu wartawan di Wamena, mengaku pasrah dengan buruknya jaringan, sebab walau sudah disampaikan kepada pihak Telkomsel, tetap saja tidak ada perubahan karena setiap hari ia kesulitan untuk mengirim berita dari Wamena ke Jayapura melalui email.

Menurut dia, kadang jaringan 4G, namun tidak bisa membuka email, kadang jaringan 3G dan internet sangat lambat, bahkan jaringan hilang-hilang.

"Kalau mau kirim berita, kita harus datang ke bawah tower BTS, seperti yang dibangun di Kantor RRI Wamena. Kenapa hanya di kantor telkomsel saja yang jaringan bagus, sementara daerah lain di dalam kota jaringan buruk. Apakah pengguna hanya ada di sekitar kantor telkomsel k?. Ini harus diperhatikan," katanya.

Buruknya jaringan internet ini juga dirasakan oleh penulis, sebab sebelum memasuki bulan Agustus, pengiriman berita bisa dilakukan di rumah tanpa membutuhkan modem, namun sekarang sudah tidak bisa.

Berdasarkan pengalaman, beberapa titik yang sebelumnya menjadi tempat andalan bagi rekan-rekan media untuk mengirim berita, seperti di Jalan Safri Darwin, Hom-Hom, Depan Bandar Wamena, Humas Kantor Bupati, Jalan Gatot Subroto tidak lagi sebaik sebelum Juni 2018. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment