Pelaku Pembuang Bendera di SP 2 Mengalami Depresi

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto. 

SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengaku, oknum warga yang diketahui membuang bendera dan ditemukan di wilayah SP 2 beberapa hari lalu, telah ditangkap kepolisian. Akan tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata yang bersangkutan melakukan hal itu karena sedang mengalami depresi.

“Memang, sebelumnya warga yang mengetahui adanya pelaku pembuang bendera di wilayah SP 2 itu menduga bahwa hal itu adalah tindakan memboikot. Tapi setelah kita amankan pelakunya dan begitu kita proses, ternyata yang bersangkutan mengalami depresi,” ungkap Kapolres saat ditemui di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako usai melaksanakan prosesi tabur bunga dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-73, Senin (13/8).

Selain di wilayah SP 2, di hari yang sama kepolisian juga melakukan tangkap tangan terhadap seorang oknum warga di wilayah Irigasi, Jalan Hasanuddin, dekat pasar sentral yang sengaja mencabut bendera yang sudah terpasang dipinggiran jalan. Namun yang bersangkutan setelah di periksa, diketahui bahwa yang bersangkutan melakukan hal tersebut tidak bermaksud untuk melecehkan atribut Negara melainkan memiliki hasrat untuk memiliki bendera, karena yang bersangkutan tidak miliki bendera untuk di pasang di halaman rumahnya.

“Untuk pelaku yang di Irigasi itu ternyata mempunyai keinginan untuk memiliki bendera supaya di pasang dirumahnya. Anggota intel kita memantau bahwa ternyata di rumah pelaku benar-benar tidak memiliki bendera,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, penggunaan lambang, bahasa dan atribut Negara lainnya memiliki aturan tersendiri. Khusus untuk pelaksanaan HUT Kemerdekaan RI, setiap warga Negara wajib mengibarkan bendera merah putih di masing-masing halaman rumahnya. Namun, jika ada warga Negara yang tidak mampu untuk membeli bendera maka pemerintah daerah wajib membeli (Pengadaan-red) untuk dibagikan kepada seluruh warganya. Selain pemerintah daerah, juga akan dibeking oleh TNI dan Polri karena tiga Instansi tersebut merupakan pilar penting dalam Negara Kesatuan Republik Indenesia (NKRI).

Selanjutnya, jika ada warga Mimika yang berniat untuk melecehkan lambang Negara termasuk bendera dengan cara mencabut dari tiang, merobek, membuang dan bentuk pelecehan lainnya, Kapolres mengimbau agar hal itu tidak dilakukan. Sebab, pengibaran bendera merah putih bertujuan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI serta sebagai simbol kecintaan masyarakat Indonesia kepada NKRI.

“Kalau kita menangkap oknum tertentu yang mencuri bendera milik orang lain, maka akan kita kenakan pasal pencurian. Tapi kalau tertangkap karena melecehkan, maka akan dikenai pasal khusus sesuai pelanggaranya atau unsur pasal makar,” kata Kapolres. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment