Pembahasan APBD-P Menunggu Hasil Proyeksi Penerimaan Bapenda

Bagikan Bagikan
Kepala Bappeda Kabupaten Mimika, Simon Mote.(Foto-Dok)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika, Simon Mote, mengaku, materi pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2018 telah disiapkan. Akan tetapi, itu masih harus menunggu hasil proyeksi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika.

Simon mengatakan, jika hasil proyeksi dari Bapenda telah diterima maka akan dapat diketahui adanya defisit ataupun surplus. Dengan demikian, jika terjadi surplus, maka akan ada penambahan keagitan. Tetapi jika sebaliknya terjadi defisit, maka akan ada kegiatan yang di pangkas atau dikurangi. Demikian juga jika penerimaan pas-pasan, maka pembangunan akan dilaksanakan sesuai dengan yang telah diusulkan.

“Kita sudah siapkan materi untuk pembahasan APBD-P kita, tapi kita harus menunggu proyeksi dari Bapenda saja supaya kita tahu pasti ada pengurangan kah atau ada penambahan pada penerimaan kita yang masuk di Bapenda. Karena sekarang kepala Bapenda sedang ikut PIM dan tidak ada di Mimika,” katanya saat ditemui dikantornya, Jalan Cenderawasih Poros SP 3,  Selasa (28/8).

Ia menjelaskan, dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) menyampaikan tidak akan ada pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional Perubahan (APBN-P). Sehingga, menurut Simon, hal tersebut akan sangat berdampak terhadap persoalan kurangnya pembayaran atau pelaksanaan kegiatan yang telah dimasukan di APBN-P.

“Dampak ini bukan hanya dirasakan di Mimika saja, tetapi di semua kabupaten se-Indonesia. Jadi ini tidak bisa hanya mengandalkan PAD saja, karena ada kurang bayar termasuk kegiatan yang masuk di APBN-P tidak bisa dilakukan. Kita di Mimika memang mengalami kurang bayar, kurang lebih sebanyak 300 miliar. Kalau APBN-P tidak ada, maka bagaimana kita bisa dapat kekurangan sebesar 300 miliar itu? Padahal itu seharusnya dimasukan dalam APBN-P,” jelasnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment