Pemerintah Distrik, Polsek dan Koramil Miktim Komitmen Perangi Milo

Bagikan Bagikan
Danramil Miktim, Letkol Inf Suardi.(foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) Pemerintah Distrik bersama Polsek dan Koramil Mimika Timur (Miktim), berkomitmen untuk memerangi Minuman Lokal (Milo) yang selama ini menjadi penyebab timbulnya berbagai permasalahan, baik kecelakaan Lalu Lintas (Lalin), KDRT, Pemerkosaan serta dinilai menghambat pembangunan melalui perkembangan moral generasi muda.

Kepala Distrik Miktim, Marike Warinusi SE.MH., mengatakan, saat ini terus memerangi Milo bersama kepolisian, TNI, Tokoh Masyarakat, tokoh Agama, tokoh perempuan dan pemuda. Sebab, milo merupakan wabah yang dikerjakan oleh oknum-oknum tertentu sebagai bentuk penghambat pembangunan.

“Satu masalah besar yang secara bersama-sama akan kami perangi di Miktim ini ialah Milo. Kami akan lakukan itu bersama Polsek, Koramil dan semua tokoh-tokoh penting. Kita tidak ingin milo ini menjadi penghambat dan merusak masa depan generasi penerus bangsa Indonesia khususnya di Miktim,” kata Marike ketika menyampaikan sambutannya pada acara peringatan HUT Miktim ke 42 di halaman Kantor Distrik Miktim, Senin (20/8).

Sedangkan Kapolsek Miktim, Iptu  Jai Limbong membenarkan apa yang telah disampaikan Ibu Marike. Dimana, ia juga berkomitmen untuk memerangi persoalan milo, Karena  jika milo bisa diberantas, maka kehidupan seluruh masyarakat  di Miktim akan semakin tenang. Sebab, jika masyarakat tidak lagi mengkonsumsi milo tersebut, maka akan bisa mengurangi angka kriminal dan efek negative lainnya.

Iptu Limbong menjelaskan, selama kurang lebih satu tahun telah banyak tempat produksi yang telah dimusnahkan. Selain itu, juga telah memproses sebanyak delapan perkara yang disebabkan oleh milo, dimana dari depalan perkara tersebut telah ada yang sampai ke proses tahap I, II dan prosesi persidangan di pengadilan.

Ia juga mengatakan, khusus di bulan Mei lalu telah memusnahkan sebanyak 4 ton milo yang sebelumnya disita. Dengan demikian, setelah tempat produksi dan pembasmian milo tersebut, maka angka criminal di wilayah tersebut menurun secara drastis.

Hal ini menurut dia diketahui berdasarkan daftar dalam buku laporan di Polsek Miktim. Dimana, berdasarkan laporan saat ini jumlah kasus krminal yang diakibatkan oleh milo sebanyak 23 kasus. Angka tersebut menurut dia, seharusnya naik hingga 50 kasus jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Selama ini kami sudah musnahkan puluhan tempat produksi milo. Tahun sebelumnya dalam laporan kami itu ada 40 perkara yang diakibatkan milo, tapi setelah kami gencar memerangi, maka ada penurunan angka. Kami tidak main-main untuk memproses perkara milo ini, karena kami akan seret hingga ke tingkat kejaksaan. Jadi memang betul yang disampaikan ibu Kadistrik bahwa itu memang menjadi komitmen kami bersama. kami akan terus berkerja sama untuk memberantas milo,” katanya.

Ia juga mengaku, keberadaan Kompi B dan C di Miktim sangat berperan aktif dalam memerangi persoalan milo.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Danramil Miktim, Letkol Inf Suardi. Ia mengatakan bahwa upaya pemberantasan produksi milo di Miktim telah dilaksanakan sejak lama melalui patrol gabungan bersama kepolisian polsek Miktim.

Menurut Suardi, dalam suatu patroli beberapa waktu lalu telah ditemukan 24 titik produksi milo. Sehingga sejak saat itu, produksi milo itu sudah mulai berkurang.

“Sudah lama kami patrol bersama dengan kepolisian. Juga berkat informasi dari masyarakat, kami sempat menemukan 24 titik produksi milo itu. Sampai sekarang ini kami akan terus mencari titik-titik lain yang masih berani berproduksi. Dan itu juga akan menjadi komitmen kita bersama untuk memberantas hal itu,” tuturnya.

Sedangkan tokoh masyarakat Kamoro, Gregorius Okoare menjelaskan, persoalan pembasmian milo bukan hanya menjadi tanggungjawab Kepolisian dan TNI serta Pemerintah Distrik, akan tetapi keterlibatan masyarakat juga sangat penting dalam membantu keamanan dan kenyamanan kehidupan bermasyarakat.

“Memang di wilayah ini ada Kapolsek dan Danramil serta jajarannya, tapi masyarakat juga harus ikut terlibat, karena itu penting supaya kehidupan kita di Miktim bisa aman,” jelasnya.

Selain masyarakat, ia juga mengajak agar seluruh tokoh penting di wilayah tersebut harus ikut dalam membasmi dan mensosialisasikan agar masyarakat tidak menjadikan milo sebagai minuman penyegar yang bisa dipakai untuk menghilangkan rasa haus.

“Masyarakat kita ini sudah merasa kalau milo ini sebagai minuman segar seperti, jus, susu dan yang lainnya. Padahal milo itu diolah dengan air kotor dan disuling. Jadi seluruh tokoh penting ini harus ikut bantu TNI dan Polri,” tuturnya.

Terkait hal itu, ia meminta agar Polsek dan Koramil Miktim harus memberikan sangsi-sangsi keras kepada semua pelaku produksi milo. Dalam artian, jika telah ditangkap, semua pelaku ini harus disiksa di depan seluruh warga agar menimbulkan rasa malu dan efek jerah.

“Saya minta supaya Polisi dan TNI ini harus berikan sangsi erupa siksa merayap. Dan itu dilakukan didepan warga banyak supaya timbul rasa malu bagi pelaku produksi dan penjualnya. Begitu juga untuk anak-anak kita yang mabuk-mabukan itu harus ditangkap dan tidak boleh dilepas cepat, tapi harus disiksa betul-betul dan dibawah ke lapas saja,” pintahnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment