Pesan Arie Kriting, Joan dan Yossofi Kepada Warga Mimika

Bagikan Bagikan
Arie Kriting saat foto bersama ketua panitia pesta rakyat dan pemenang lomba.

SAPA (TIMIKA) - Selain memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73 pada kegiatan pesta rakyat yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) di Alun-alun Kuala Kencana, Sabtu (18/8) malam, Komika Arie Kriting bersama dua Indonesia Idol yakni Joan dan Yossofi, ternyata memiliki pesan buat seluruh warga Mimika untuk terus mengembangkan bakat. Pasalnya, menurut mereka, dari bakat itulah yang nantinya akan membuahkan sebuah prestasi yang nyata.

Saat ditemui wartawan usai mengisi acara pesta rakyat, Arie Kriting mengatakan meski warga di wilayah Indonesia Timur jarang mendapat sorotan dari publik, tetapi sesungguhnyawarga Mimika, Papua sangat luar biasa.

“Justru masyarakat Papua kaya akan segala hal. Selain sumber daya alam yang melimpah, tetapi sumber daya manusia juga besar. Jadi itu yang harus teman-teman sadari. Buat warga Mimika, jangan ragu untuk memperlihatkan bakatmu, asah itu! Banyak media yang bisa menampung,” katanya.

Tak hanya aktif sebagai komika yang sering tampil di atas panggung Stand Up Comedy, Arie Kriting yang juga dikenal sebagai pemeran film, mengatakan, seharusnya warga Mimika bangga dengan modal memiliki bakat.

“Banyak yang bisa terkenal melalui media sosial, tapi tak jarang banyak yang terkenal karena prestasi bakat,” ujarnya.

Sementara itu, Joan Idol mengatakan, anak muda yang memiliki pergaulan bebas sebenarnya memiliki bakat seperti anak muda lainnya. Hanya saja, diperlukan sebuah rambu hati-hati.

“Kita memang bebas, itu bebas berprestasi. Jadi, khusus anak muda, meskipun pergaulannya bebas tapi harus ada rambu-rambu yang diperhatikan,” ujarnya.

“Jangan lupa bahagia dan jangan bosan melakukan hal-hal yang dicintai,” imbuhnya sembari menjelaskan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dengan rasa penuh kecintaan akan membuahkan hasil yang maksimal.

Ditambahkan oleh Yossofi Idol, wanita yang cukup lama di Kota Jayapura selama lima tahun dan Sorong selama satu tahun itu mengatakan untuk mencintai budaya sendiri. Di mana, untuk menarik perhatian tidak hanya di lihat dari segi penampilan semata, melainkan sebuah ciri khas yang kreatif.

“Nasionalisme harus ditingkatkan karena banyak pengaruh budaya luar yang membuat anak muda melupakan budaya sendiri. Padahal itu menjadi ciri khas anak Indonesia yang kreatif,” imbuh wanita berparas cantik itu. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment