Petugas Kebersihan Kantor Puspem Keluhkan Gaji Belum Dibayar

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang.(Foto-Dok)

SAPA (TIMIKA) - Petugas kebersihan pada Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu mengeluhkan persoalan gaji. Gaji mereka yang terhitung sejak bulan Mei 2018 hingga saat ini, Agustus, tak kunjung diterima.

Salah seorang petugas kebersihan Kantor Puspem yang enggan namanya dipublikasikan, kepada Salam Papua mengatakan, gaji selain belum dibayar selama empat bulan, sistim pembayarannya pun sering dilakukan secara cicil. Artinya, meski empat bulan itu belum menerima gaji, pada saat dibayar pun mereka hanya diberikan untuk satu atau dua bulan saja, dengan nominal sebesar Rp500 ribu.

“Kami disini sudah empat bulan belum di gaji. Itupun kalau nanti dibayar, yang di kasih 500 ribu saja. Kami tidak tahu kenapa seperti ini. Padahal kami makan, minum dan keperluan lainnya dari gaji sebagai petugas kebersihan saja,” ungkap petugas kebersihan tersebut.

Parahnya lagi, menurut petugas kebersihan yang merupakan warga pendatang ini, selain jarang menerima gaji sesuai waktu, kontraktor pun tidak menyediakan peralatan untuk kebersihan. Sehingga, mereka terpaksa menunggu peralatan yang biasa digunakan oleh setiap pegawai di masing-masing kantor.

“Untuk dua gedung itu ada satu kontraktor yang menyiapkan petugas kebersihannya. Kontraktor kami orang pendatang, tapi tidak serius membiayai kami. Bagaimana caranya kami mau sapu atau pel kalau sapu dan kain pelnya tidak ada. Terpaksa kami harus tunggu sapu dari pegawai yang biasa mereka pakai untuk bersihkan ruangannya,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang, mengatakan akan menemui Kepala Bagian (Kabag) Umum pada Sekretariat Daerah (Setda) Mimika. Sebab, menurut dia, Bagian Umum yang berkoneksi dengan kontraktor penyalur tenaga petugas kebersihan di Kantor Puspem.

“Saya belum mengetahui persoalan gaji petugas kebersihan tidak di bayar. Nanti saya akan tanyakan kepada Kabag Umum terkait hal ini, kenapa tidak dibayar. Kita juga akan tanyakan kepada semua petugas kebersihan itu kenapa sampai tidak jalankan tugas sehingga kantor Puspem sampai kotor seperti itu,” kata Bassang saat ditemui usai menghadiri Peluncuran Program Pembinaan UMKM oleh CED PT Freeport Indonesia (PTFI) di Halaman Kantor BRI, Jalan Budi Utomo, Selasa (28/8).

Selain itu, Bassang juga menyarankan agar semua petugas kebersihan harus menjalin komunikasi yang baik bersama Bagian Umum. Hal itu agar saling mengetahui keluhan masing-masing.

“Saya rasa ini karena komunikasi tidak berjalan. Padahal anggaran itu ada di bagian umum,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment