PN Tunda Eksekusi Lahan Area Masjid Al-Akbar

Bagikan Bagikan
Timika - PN Tunda Eksekusi Lahan Area Masjid Al-Akbar.

SAPA (TIMIKA) - Eksekusi lahan rumah warga di area Masjid Al Akbar, Jalan Hasanuddin oleh ratusan aparat gabungan, di tunda hingga Kamis (16/8) mendatang. Penundaan itu disampaikan langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Mimika, Relly D Behuku ditengah-tengah proses eksekusi lahan yang tengah berlangsung, Kamis (9/8).

“Kami minta agar warga membongkar sendiri rumah-rumah yang termasuk dalam objek sengketa sampai Kamis depan. Jika tidak, kami akan lakukan pembongkaran lagi secara paksa. Jadi untuk hari ini pembongkaran sampai sini saja,” kata Relly kepada warga disekitaran Masjid Al-Akbar.

Selanjutnya, kata Relly, pihaknya hanya akan melakukan eksekusi terhadap lahan dan bangunan milik warga yang berada diatas lahan sengketa. Sementara untuk bangunan masjid yang juga termasuk dalam objek sengketa, akan tetap berdiri dan difungsikan untuk beribadah umat muslim sebagaimana mestinya. Bahkan, Reely juga meminta kepada pemohon eksekusi yakni Hj Rohanah selaku pemilik lahan untuk memberikan sebagian lahan untuk parkiran pengunjung masjid.

“Jangan ada yang terprovokasi. Masjid ini tidak akan kami bongkar. Selain itu saya juga sudah meminta kepada pemohon eksekusi yakni Haji Rohanah agar memberikan radius beberapa meter untuk digunakan sebagai lahan parkir. Karena orang mau datang sembahyang di masjid perlu parkiran, jadi harus diberikan. Dalam berita acara eksekusi itu sudah dibuat,” ujar Relly.

Dari pantauan Salam Papua saat proses eksekusi lahan dengan cara mengevakuasi barang-barang milik warga dari dalam rumah, tampak Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto turut membantu mengeluarkan isi barang-barang dari dalam rumah warga.

Pada kesempatan yang sama Kapolres mengatakan bahwa eksekusi lahan adalah perintah langsung dari PN Kota Timika, sehingga sudah menjadi kewajiban aparat penegak hukum untuk melaksanakannya. Kendati demikian, Kapolres meminta agar para tergugat atau warga yang ingin menyampaikan pendapatnya agar dapat menempuh jalur hukum.

“Alhamdulillah semua berjalan aman, walau di awal kita ada adu argumentasi, tapi kami berikan penjelasan. Kami imbau agar tidak ada yang melakukan hal yang tidak diingankan. Ini memang sudah jadi keputusan hukum,” ujar Kapolres.

Sebelumnya, sejak Kamis (9/8) pagi rencana proses eksekusi lahan PN Kota Timika dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) ditolak oleh ratusan warga kompleks Masjid Al-Akbar, lantaran dari 15 pihak tergugat dalam persidangan di Mahkamah Agung (MA) tahun 2014 lalu terdapat satu tergugat, yakni Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Al-Akbar. Sehingga hal itu dipertanyakan warga, apakah masjid ikut di eksekusi atau tidak. Sehingga ratusan warga membentangkan kayu dan mobil di jalan masuk dengan tulisan “Menolak eksekusi Masjid Al-Akbar”. Selain itu, warga juga bersiaga di halaman masjid dengan kalimat penolakan untuk mengecam aksi eksekusi tersebut. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment