Wabup Mimika Prihatin Banyak Program Masih Pelelangan

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang.(Foto-Dok)

SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Yohanes Bassang mengaku prihatin karena memasuki semester ke tiga tahun anggaran 2018 masih banyak program pembangunan yang belum dilaksanakan karena sedang dalam tahap pelelangan.

Menurut Wabup, untuk mengetahui progres pembangunan harus menunggu hasil monitoring lapangan dan monitoring meja yang dilakukan Bappeda.

"Saat ini saya belum bisa pastikan sejauh apa progres pembangunan kita sebelum ada hasil monitoring. Terus terang saya prihatin karena sampai saat ini masih ada yang sedang dalam tahap pelelangan. Padahal ini sudah masuk semester ke tiga dan sebentar lagi akhir tahun," ungkapnya saat ditemui di salah satu hotel di Jalan Yos Sudarso, Rabu (29/8).

Menanggapi hal ini, Kepala Bagian (Kabag) Pengadan Barang dan Jasa  Setda Mimika, Bambang  Widjaksono mengatakan, hingga saat ini  pengimputan rencana umum pengadaan (RUP) dari semua Organisasi perangkat daerah (OPD) telah mencapai diatas 50 persen. Dengan demikian, secara otomatis hampir sebagian besar pekerjaan fisik telah masuk  tahap pelelangan.

“ Kita sama-sama ketahui penginputan RUP itu kebanyakan masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi sepenuhnya ke LPSE. Namun saya pikir  semua  OPD sudah memperhitungkan waktu sisa untuk anggaran tahun ini,” kata Bambang saat dihubungi melalui telepon.

Sedangkan sebelumnya, tanggal 7 Juli lalu,  Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika Ausilius You menyatakan program pembangunan fisik di Mimika akan dimulai setelah masuk liburan Lebaran. Dengan demikian, ia mendesak agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat pembentukan panitia pelelangan program kerja dan PPTK sebelum liburan lebaran. 

“Sebelum liburan itu semua harus sudah dibentuk. Kita tidak ingin ada OPD yang akan membentuk panitia dan penunjukan PPTK setelah liburan lebaran. Kita harus berkomitmen agar begitu masuk liburan lebaran, kita sudah mulai laksanakan semua program fisik di masing-masing OPD,” katanya.

Ia mengatakan, desakan percepatan pembentukan panitia lelang telah dimulai sejak Dokumen Pengguna Anggaran (DPA) dibagikan ke setiap OPD. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terus menerus mempertanyakan penyebab keterlambatan pembangunan di Mimika.

“Setiap apel pagi dan siang, Saya dan semua Asisten selalu mengingatkan hal ini. Kita tidak boleh main-main lagi, kita harus malu dengan pernyataan masyarakat bahwa pembangunan fisik kita sangat terlambat,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment