Yapen dan Nabire Pimpin Perolehan Medali Kejurda Atletik

Bagikan Bagikan
Pelari di nomor Estafet 4x400 mix bersiap dilintasan Atletik Stadion Marora, Serui.(Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Kabupaten Kepulauan Yapen memimpin sementara perolehan medali pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Kabupaten/Kota Se-Provinsi Papua yang berlangsung di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Hingga hari ketiga penyelenggaraan Kejurda, Rabu (29/8) malam, kontingen tuan rumah berhasil menyabet 18 medali dengan mengoleksi 8 medali emas, 6 medali perak dan 4 perunggu.

Menyusul diurutan kedua Kabupaten Nabire dengan perolehan 13 medali yang terdiri dari 8 medali emas dan 6 perunggu. Posisi ketiga ditempati kontingen Kabupaten Merauke dengan jumlah medali sebanyak 11 terdiri dari 4 medali emas, 5 perak dan 2 medali perunggu.

Peringkat keempat dari Kabupaten Jayapura dengan perolehan 3 medali emas, 6 perak dan 3 medali perunggu dan di susul Kabupaten Biak Numfor dengan jumlah medali sementara sebanyak 12 terdiri dari 3 emas, 4 perak dan 5 perunggu.

“Kabupaten Waropen berada di posisi keenam dengan 2 medali emas dan 3 perunggu, disusul Kabupaten Keerom diurutan ke tujuh dengan memperoleh 1 medali emas dan 1 medali perak. Kemudian Kabupaten Mimika menempati posisi ke delapan dengan 1 medali emas dan 2 perunggu,”ungkap Ketua Panitia Lomba, Julius Numberi, dalam rilis Humas KONI Papua yang diterima redaksi Salam Papua, Kamis (30/8).

Julius juga menginformasikan bahwa tiga kontingen yang berada di posisi terakhir adalah kontingen Kota Jayapura dengan perolehan 4 medali perak, Kabupaten Mamberamo Raya dengan perolehan 2 medali perak, 4 perunggu dan Kabupaten Puncak Jaya dengan 1 medali perak.

Sementara itu, Anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Papua, Benny Maniani, S.Sos mengatakan, dari data maupun pengamatan berdasarkan event yang digelar ini, komposisi cabang olahraga (Cabor) Atletik telah dipetakan berdasarkan nomor-nomor lomba. Diantaranya, untuk nomor lari jarak pendek (nomor 100 meter, 200 meter, 4x100 meter dan 4x400 meter) komposisi atlet masih dominan berasal dari kabupaten-kabupaten yang berada di kawasan Teluk Cenderawasih, seperti Kabupaten Nabire, Kepulauan Yapen, Waropen dan Biak Numfor.

Sedangkan untuk nomor lempar dan tolak, komposisinya masih didominasi atlet-atlet dari Kabupaten Merauke. Sedangkan untuk nomor-nomor lari jarak menengah dan jauh (nomor 800 meter, 1500 meter, 5000 meter hingga Marathon) masih sulit ditemukan.

“Kalaupun ada, sangat minim. Dan atletnya kemungkinan berasal dari kabupaten-kabupaten yang ada di kawasan Meepago seperti Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan Mimika maupun di Kawasan Lapago seperti Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Tolikara, Lanny Jaya, Jayawijaya, Yahukimo, Nduga, dan Yalimo,” kata Benny Maniani.

Berdasarkan pemetaan tersebut, kata Benny Maniani, sepatutnya pengurus cabor atletik di daerah melakukan pembinaan secara terukur dan berkesinambungan sesuai dengan pemetaan nomor tersebut.

“Dari PON ke PON sudah terlihat dan terdata secara spesifik, bahwa, nomor-nomor lari jarak pendek masih dominan atletnya berasal dari kawasan Teluk Cenderawasih, sedangkan lempar dan tolak di Merauke. Sementara lari jarak jauh bisa berasal dari pegunungan Papua. Sehingga pemetaan ini yang perlu jadi dasar pembinaan di daerah,” katanya. (Sld)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment