42 Unit Rumah Untuk Warga 7 Distrik Segera Dibangun

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2) Kabupaten Mimika, Marthen Paiding.(Foto-Dok) 

SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2) Kabupaten Mimika, Marthen Paiding mengatakan pembangunan 42 unit rumah untuk warga di 7 Distrik akan dilaksanakan tahun ini.

Marthen saat ditemui di di Kantor DPKP2, Senin (10/9) mengungkapkan, rumah layak huni ini akan dibangun untuk beberapa warga yang telah terdata di Distrik Kuala Kencana, Jita, Jila, Kokonao, Agimuga, Mimika Barat jauh dan satu distrik lain yang belum diketahuinya secara pasti.

“Sekarang sedang dalam proses pelelangan. Kontraktor pemenang tendernya harus langsung kerjakan tahun ini juga dan kita tidak akan bayar sebelum pembangunannya diselesaikan,” ungkapnya. 

Ia mengatakan perumahan yang akan dilengkapi dengan MCK dan penampungan air ini akan dibangun dengan tipe 4 x 5 dan menggunakan anggaran sebesar Rp 16 miliar yang bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus). Dimana, untuk wilayah pesisir akan dibangun dengan konstruksi kayu dengan model panggung. Sedangkan untuk di wilayah daratan, akan menggunakan konstruksi permanen.

“Di masing-masing distrik itu ada yang 5 sampai 6 unit. Ada juga yang hanya 3 unit saja, tergantung dari pendataan warga yang dilakukan oleh masing-masing kepala kampung,” katanya.

Ia mengharapkan setiap kepala distrik dan kampung di 7 wilayah tersebut bisa memastikan persoalan keabsahan kepemilikan tanah bagi semua warga yang akan dibangunkan rumah. Sebab, ia tidak ingin perumahan tersebut tidak difungsikan, karena tanahnya bermasalah.

Selain itu, sasaran penerima bantuan dana Otsus tersebut diprioritaskan kepada masyarkat yang belum memiliki rumah.

“Saya tidak mau ke depannya ada masalah. Karena itu saya minta semua kepala distrik dan kampung harus betul-betul memastikan persoalan kepemilikan tanahnya. Saya tidak ingin kedepannya masyarakat menuntut ke pemerintah,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Distrik Jila, Albertus Tsolme mengatakan, khusus di Jila tidak ada lagi persoalan lahan yang bisa menghambat pembangunan rumah tersebut. Namun ia mengaku meski telah memastikan kampung yang akan diberikan bantuan rumah, tapi belum memasukan nama-nama kepala keluarganya.

“Untuk persoalan lahan itu tidak ada masalah, karena itu merupakan permintaan langsung dari warga sendiri,” kata Tsolme. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment