Disperindag Mimika Sudah Tanda Tangan Empat SKA Eksport Konsentrat PTFI

Bagikan Bagikan
Sekretaris Disperindag Mimika, Inosensius Yoga Pribadi.(Foto-Dok)

SAPA (TIMIKA) -  Pasca pelaksanaan  Lounching Penandatanganan Perdana SKA  (Sertificat Origin) Export Konsentrat PT Freeport Indonesia (PTFI) oleh Instansi Penerbit (IPSKA) khusus urusan eksport Konsentrat PTFI tanggal 8 Agustus lalu, hingga saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika telah menandatangani empat SKA eksport.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pratama saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Jumat (31/8) lalu mengatakan, empat SKA tersebut diantaranya SKA pengiriman konsentrat ke Negara India.

“Penandatanganan SKA hingga saat ini sudah yang ke empat bersama PTFI. Salah satunya SKA untuk pengiriman ke India. Pengambilalihan untuk penandatanganan SKA ini sudah diperjuangkan sejak lama, karena PTFI beroperasi di atas wilayah Pemkab Mimika, sehingga Disperindag yang berwenang,” ungkap pria yang biasa disapa Yoga ini.

Yoga menjelaskan, setiap satu minggu melakukan Eksoprt, Departemen Export Inport PTFI telah membangun komunikasi kepada Disperindag, sehingga Disperindag menyediakan waktu agar proses eksportpun berjalan lancar.

“Sejauh ini penandatanganan SKA ini hanya PTFI saja. Sedangkan dari kemitraan  atau perusahaan yang juga berurusan dengan Eksport ini belum mulai melapor, tapi kalau sudah ada, maka akan kami layani,” jelasnya.

Sebelumnya, Kadisperindag Mimika, Bernadinus Songbes, SH, ketika pelaksanaan  lounching Penandatanganan Perdana SKA  (Sertificat Origin) Export Konsentrat PTFI Kantor Disperindag Mimika di SP 2, Poros SP 5, tanggal 8 Agustus lalu mengatakan, sejak tahun 2002 lalu, dari pemimpin ke pemimpin yang lainnya selalu berjuang, akan tapi pada akhirnya menemukan jalan buntu. Hal ini dikarenakan kewenangan terus dipertahankan di Provinsi Papua. Dengan demikian, tahun 2017 lalu Disperindag membuat suatu proposal yang melibatkan semua UPTD. Selanjutnya, setelah melewati berbagai proses, maka semuanya terjawab dengan keluarnya peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan yang kemudian disusul dengan penerbitan SK serta tiga buah cap.

“Ini berarti kami sudah mengembalikan hak yang seharusnya ditangani oleh Pemkab Mimika. Hak, dalam artian agar tidak ada lagi kecurigaan. Itu berarti SKA ini akan langsung ditandatangani Pemkab Mimika selaku tuan rumah. Dan Pemkab Mimika yang bertanggung jawab kepada dua suku di Mimika bahwa penjualan barang yang merupakan hasil dari perut bumi kita ternyata dijual keamana dan berapa besarnya,” jelasnya.

Ia mengaku, selain menandatangani SKA export, PTFI juga akan melaporkan secara rutin persoalan pengexporan kepada Pemkab Mimika untuk kemudian Pemkab Mimika melanjutkan laporannya ke Pemerintah Pusat.

“Pemkab Mimika perjuangkan ini supaya ikut mengetahui berapa besaran export konsentrat PTFI. Karena pengalaman yang sudah kami temui selama ini, dimana kami selalu bingung dan mengaku tidak tahu saat BPK RI menanyakannya. BPK RI pernah tanyakan hal itu ke kami, tapi kami hanya bisa menjawab tidak tahu, karena memang saat itu yang menandatangani SKA itu di Provinsi,” ungkapnya.

Perwakilan Gofrel PTFI, Hary Joharjah mengatakan dengan dikendalikannya SKA oleh Pemkab Mimika melalui Disperindag, maka menjadi kemudahan tersendiri bagi PTFI. Selain itu, pengalihan SKA ini akan menjadi hal terpenting, karena Pemkab Mimika yang akan lengsung melaporkan hasil export ke Pemerintah Pusat.

 “Kami dari departemen export dan Inport PTFI mengucapkan terimakasih kepada Pemkab melalui Disperindag karena telah berupaya. Memang sudah saatnya SKA ini diterbitkan oleh instansi penerbit (IPSKA) terdekat dengan  sumbernya. Itu berarti sekarang kami tidak lagi harus jauh-jauh ke provinsi,” katanya.

Ia mengatakan, sistim yang digunakan adalah sistim on line, sehingga tidak akan ada informasi yang disembunyikan. Sebab, SKA sangat penting dan harus diterima oleh setiap negara pembeli konsentrat.

 “Dengan adanya SKA ini, maka sistim eksport kita akan terkonek dengan sisim on line. Itu berarti tidak ada yang disembunyikan, baik negara tujuan, jumlah eksport dan hal lainnya,” tuturnya. (Acik
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment