DPRD Nilai Pekerjaan APBD Induk 2018 Tidak Transparan

Bagikan Bagikan
Anggota DPRD Mimika Yelinus Mom.(Foto-Salma) 

SAPA (TIMIKA) -Anggota DPRD Mimika Yelinus Mom mengatakan, pekerjaan fisik APBD Induk 2018 dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau tidak transparan, dimana proses pelelangan tidak jelas mulai dari waktu pelaksanaan, siapa yang mengerjakan dan anggaran yang digunakan.

“Pemkab melakukan pekerjaan dengan tidak jelas, tidak transparan. Tiba-tiba pekerjaan itu dijalankan tanpa keterbukaan kapan lelangnya, siapa yang mengerjakan dan berapa anggaran yang digunakan. Pekerjaan APBD induk itu harus jelas, tidak boleh sembunyi-sembunyi seperti ini,” ujarnya ketika ditemui wartawan di Kantor DPRD Mimika, Jumat (7/9).

Selain pekerjaan fisik yang tidak transparan, ia menilai bahwa Pemkab Mimika tidak memberikan kesempatan kepada pengusaha orang asli Papua (OAP) dalam proyek pekerjaan fisik  yang dananya bersumber dari APBD maupun dana otonomi khusus (Otsus).

Ia pun membandingkan pekerjaan APBD 2018 dengan pekerjaan APBD masa pemerintahaan Klemen Tinal sebagai Bupati Mimika.

“Dulu jamannya pak Klemen itu terbuka tapi sekarang kenapa tidak ada, malah sembunyi-sembunyi mainnya. Sedikit pun OAP tidak dapat proyek itu.  Pemkab tidak boleh meremehkan kulitas pekerjaan pengusaha Papua ini. Mereka juga berhak mendapat kesempatan yang sama seperti pengusaha non Papua. Pekerjaan di bawah satu miliar harus untuk pengusaha Papua," ungkapnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment