Gaji Petugas Kebersihan Kantor Puspem Tanggung Jawab Kontraktor

Bagikan Bagikan
Kabag Umum Sekretariat Daerah Mimika, Petronela Adelce Uanmang.(Foto-Dok)

SAPA (TIMIKA) -  Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Petronela Adelce Uanmang mengklaim gaji petugas kebersihan (cleaning service) di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika di SP3 merupakan tanggung jawab  kontraktor yang menyuplai petugas tersebut.

Menurut Petronela,  masalahkebersihan dan perawatan fasilitas Kantor Puspem tersebut merupakan tanggungjawab Bagian Umum. Namun pembayaran gaji diserahkan melalui pihak ke tiga, dalam hal ini kontraktornya. Maka secara otomatis gaji para petugas kebersihan ini diberikan melalui kontraktor.

“Terus terang saya kecewa dengan pemberitaan terkait petugas kebersihan ini keluhkan gaji tidak dibayar. Itu seharusnya menjadi persoalan interen antara mereka dangan kontraktor dan tidak harus mengangkat nama Bagian Umum sebagai penyebabnya. Kami hanya memberikan pekerjaan saja, selanjutnya itu kontraktornya yang atur,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/8).

Menurut dia, saat ini proses pencairan dana untuk pembayaran ke kontraktor telah berjalan, tapi karena masih ada kesalahan-kesalahan dalam pengadministrasian, maka penyalurannyapun menjadi terkendala. Meski pencairan dari Bagian Umum belum dilakukan ke setiap Kontraktor, seharusnya kontraktor mencari solusi untuk menanggulangi persoalan gaji dan juga kelengkapan peralatan kebersiahan seperti yang dikeluhkan petugas kebersihan itu.

Ia mengatakan Bagian Umum berani kontrak bersama kontraktor-kontraktor tersebut karena dinilai mereka memiliki modal, sehingga ketika pencairan dana dari pemkab  terhambat, maka bisa tanggulangi. Ia juga akan berkoordinasi  dengan setiap kontraktor agar bisa memperhatikan hak setiap petugas kebersihan serta menyediakan peralatan kebersihan yang memadai.

“Kita juga tidak tahu pasti petugas kebersihan di gedung mana yang mengeluh, karena di setiap gedung masing-masing ada kontraktornya. Jadi kalau petugas kebersihan di satu gedung saja yang belum digaji, maka tidak bisa semuanya disalahkan. Intinya di gedung, A, B,C, D dan E masing-masing ada kontraktornya tersendiri,” tuturnya.

Ia menjelaskan, total anggaran untuk gedung A dianggarkan Rp 500 juta, sedangkan yang lainnya sebesar Rp 400 juta. Selanjutnya untuk besaran gaji setiap perugas kebersihan ditentukan oleh kontraktor penyuplai dan disesuaikan dengan standar upah pada umumnya.

Sebelumnya, petugas kebersihan pada Kantor Pusat Puspem mengeluhkan persoalan gaji mereka. Gaji yang terhitung sejak bulan Mei 2018 hingga Agustus, tak kunjung diterima.

Salah seorang petugas kebersihan Kantor Puspem yang enggan namanya dipublikasikan, kepada Salam Papua mengatakan, selain gaji belum dibayar selama empat bulan, sistim pembayarannya pun sering dilakukan secara cicil. Artinya, meski empat bulan itu belum menerima gaji, pada saat dibayar pun mereka hanya diberikan untuk satu atau dua bulan saja, dengan nominal sebesar Rp 500 ribu.

“Kami disini sudah empat bulan belum di gaji. Itupun kalau nanti dibayar, yang di kasih 500 ribu saja. Kami tidak tahu kenapa seperti ini. Padahal kami makan, minum dan keperluan lainnya dari gaji sebagai petugas kebersihan,” ungkap petugas kebersihan tersebut.

Parahnya lagi, menurut petugas kebersihan yang merupakan warga pendatang ini, selain jarang menerima gaji sesuai waktu, kontraktor pun tidak menyediakan peralatan untuk kebersihan. Sehingga, mereka terpaksa menunggu peralatan yang biasa digunakan oleh setiap pegawai di masing-masing kantor.

“Untuk dua gedung itu ada satu kontraktor yang menyiapkan petugas kebersihannya. Kontraktor kami orang pendatang, tapi tidak serius membiayai kami. Bagaimana caranya kami mau sapu atau pel kalau sapu dan kain pelnya tidak ada. Terpaksa kami harus tunggu sapu dari pegawai yang biasa mereka pakai untuk bersihkan ruangannya,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang, mengatakan akan menemui Kepala Bagian (Kabag) Umum pada Sekretariat Daerah (Setda) Mimika. Sebab, menurut dia, Bagian Umum yang berkoneksi dengan kontraktor penyalur tenaga petugas kebersihan di Kantor Puspem.

“Saya belum mengetahui persoalan gaji petugas kebersihan tidak di bayar. Nanti saya akan tanyakan kepada Kabag Umum terkait hal ini, kenapa tidak dibayar. Kita juga akan tanyakan kepada semua petugas kebersihan itu kenapa sampai tidak jalankan tugas sehingga kantor Puspem sampai kotor seperti itu,” kata Bassang saat ditemui usai menghadiri Peluncuran Program Pembinaan UMKM oleh CED PT Freeport Indonesia (PTFI) di Halaman Kantor BRI, Jalan Budi Utomo, Selasa (28/8).

Selain itu, Bassang juga menyarankan agar semua petugas kebersihan harus menjalin komunikasi yang baik bersama Bagian Umum. Hal itu agar saling mengetahui keluhan masing-masing.

“Saya rasa ini karena komunikasi tidak berjalan. Padahal anggaran itu ada di bagian umum,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment