Gubernur Papua Genjot Pembangunan Infrasktruktur

Bagikan Bagikan
Presiden RI Joko Widodo saat melantik Lukas Enembe dan Klemen Tinal sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018 s.d. 2023 di Istana Negara bersama dengan delapan pasangan gubernur/wakil gubernur lainnya.(Foto-Atr)

SAPA (JAKARTA) - Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan bahwa pihaknya akan menggenjot pembangunan infrastruktur di wilayah yang dipimpinnya.

"Pertama saat ini APBD Papua akan digenjot untuk 'venue-venue' infrastruktur PON 2020 karena Papua jadi tuan rumah sehingga itu menjadi fokus, bagaimana veneu bisa dibangun," kata Lukas di lingkungan Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (5/9).

Presiden RI Joko Widodo pada hari ini melantik Lukas Enembe dan Klemen Tinal sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018 s.d. 2023 di Istana Negara bersama dengan delapan pasangan gubernur/wakil gubernur lainnya.

"Sebagian besar seperti stadion dibangun Rp2 triliun juga dari APBD Papua, jadi banyak yang dibangun sesuai dengan cabang olahraga yang dipertandingan di Papua pada PON 2020," ungkap Lukas.

Menurut Lukas, infrastruktur yang sudah dibangun oleh Presiden Joko Widodo adalah jalan Transpapua. Namun ,hingga saat ini belum seluruhnya tembus dan belum fugsional karena masih dalam tahap pembangunan.

"Jalan Transpapua terlalu mahal harganya, orang bisa bangun jalan tetapi jembatan belum ada, itu yang akan dikejar supaya cepat fungsional agar orang-orang Papua bisa mengakses jalan-jalan ini," tambah Lukas.

Selain pembangunan infrastruktur, Papua juga akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan lebih banyak beasiswa.

"Beasiswa anak-anak Papua menjadi penting dan menjadi prioritas, pendidiakn prioritas utama karena tertinggal begitu jauh. Banyak anak Papua yang telantar karena pendidikan tertinggal cukup jauh, kemiskinan juga terlalu besar jadi bagaimana prioritas di daerah kabupaten yang memiliki indeks pembangunan manusia yang rendah," jelas Lukas.

Dalam masa pemerintahannya yang kedua ini Lukas mengatakan bahwa pihaknya akan membangun sekolah-sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD).

"PAUD dan SD akan membuat indeks pembangunan manusia menjadi lebih baik. Itu menjadi priorits utama karena indeks masih kecil sekali," tambah Lukas.

Ia pun menegaskan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 meski dia berasal dari Partai Demokrat yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Ma'ruf Amin.

"Jokowi itu harga mati, 100 persen saya akan bungkus suara untuk Jokowi, tidak ada yang lain bagi seluruh rakyat Papua, catat itu!" tegas Lukas.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan menyatakan bahwa partainya akan memberikan sanksi kepada mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Lukas Enembe yang menyatakan mendukung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sehingga berbeda dengan keputusan DPP Partai Demokrat yang telah memutuskan mendukung Prabowo Subianto/Sandiaga Uno. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment