Kapolres Wondama: Jangan Selewengkan Dana Desa

Bagikan Bagikan
Kapolres Teluk Wondama, AKBP Mathias Krey.(Foto-Atr)

SAPA (WASIOR) - Kapolres Teluk Wondama, Papua Barat, AKBP Mathias Krey mengingatkan para kepala kampung serta aparaturnya tidak menyelewengkan dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat.

"Saya tidak akan memberi toleransi sedikitpun bagi kepala kampung maupun aparat lainnya jika terbukti menyelewengkan dana desa. Itu uang negara, uang rakyat, gunakan sebagaimana mestinya," kata Kapolres di Wasior, Jumat (7/9).

Menurutnya, sosialisasi serta imbauan terkait pengelolaan dana desa sudah berulang kali dilakukan. Para kepala kampung dan bendahara desa telah berkali-kali mengikuti pelatihan.
 Untuk itu, kata dia, seharusnya tidak ada lagi kesalahan dalam pemanfaatan dana desa, terlebih dengan alasan sumber daya manusia (SDM) kepala kampung kurang memadai.

"Jadi, harus tertib, saya sudah kasih tahu hati-hati dengan dana kampung karena hukum tidak membeda-bedakan. Kalau yang salah gunakan dana, siap masuk penjara,” kata dia.

Mantan Kapolsek Kota Manokwari ini mengutarakan, program dana desa merupakan upaya Presiden Joko Widodo dan Wapres M Jusuf Kalla untuk mempercepat dan pemerataan pembangunan seluruh kampung di Indonesia.

Program ini harus disambut dengan semangat positif oleh kepala kampung dan seluruh masyarakat, sehingga setiap kampung tumbuh dengan potensi yang dimiliki masing-masing.

Pada acara tatap muka bersama masyarakat saat Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi berkunjung di Distrik Wasior Selasa lalu, Kapolres bahkan berharap ada kepala kampung yang masuk penjara sehingga ada efek jera bagi lain.

"Harus ada yang masuk di Polres dan masuk di Lapas (lembaga pemasyarakatan). Saya punya kerinduan seperti itu sehingga yang lain takut dan mengelola secara baik dana desa ini," katanya saat itu.

Terkait pengelolaan dana desa, Polres Teluk Wondama sempat membuka penyelidikan terhadap empat orang kepala kampung yang terindikasi menyalahgunakan dana desa. Penyelidikan tersebut tidak dilanjutkan karena penanganannya diambil alih oleh Inspektorat Kabupaten.

Menurut Krey, jika ada kepala kampung atau pihak yang terbukti menyalahgunakan dana desa sebaiknya segera mengembalikan dana tersebut sebelum berurusan dengan hukum.

"Segera kembalikan, biar bisa dipakai untuk pembangunan. Jangan enak-enak pakai lalu akhirnya pindah kamar ke Lapas, kasihan anak istri di rumah," katanya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment