Ketua DPRD Mimika Mengaku Bangga Tapi Takut Dengan Kedatangan KPK

Bagikan Bagikan
Ketua DPRD Mimika. Elminus B Mom.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) -  Ketua DPRD Mimika, Elminus B. Mom mengaku bangga tapi  merasa takut dengan kunjungan KPK di Mimika karena salah memahami tujuan dari kedatangan KPK.

“Saya kalau menelepon pejabat lain, langsung dijawab bahwa ada penyadapan dari KPK. Karena itu belum lima menit langsung saya matikan, karena takut.  Terpaksa kalau ada yang menelepon balik, saya juga langsung matikan, karena takut ada sadap dari KPK. Jadinya semua kegiatan yang  kami lakukan dalam ketakutan terhadap KPK,” ungkap Elminus saat menyampaikan sambutannya dalam pembukaan work shop  Laporan Harta Kekayaan  Penyelenggara Negara (LHKPN) dan sosialisasi peratuan KPK nomor  07 tahun 2016 yang diselenggarakan di Aula Kantor DPRD Mimika, Rabu (5/9).  Apa yang  Elminus ini mengundang  gelak tawa seluruh pejabat yang hadir.

Elminus mengatakan, ternyata  semua pejabat perlu mengetahui apa tugas KPK dan memahami peraturan-peraturannya serta selalu berupaya memahami aturan penyelenggaraan negara agar tidak bertentangan dengan ketentuan KPK.

“Saya rasa bukan hanya di Mimika, tapi di seluruh Indonesia ini takut dengan KPK.  Saya tidak takut dengan polisi meski membawa senjata, tapi kalau berhadapan dengan KPK saya merasa takut,” tuturnya yang mencairkan suasana.

Menurut Elminus, seluruh pejabat Mimika harus bersyukur dan bangga dengan kunjungan KPK. Sebab, kunjungan KPK  dapat  membuka hati dan pikiran  penyelenggara pembangunan, mengingat  Mimika merupakan pusat bersatunya berbagai insan se Indonesia.

“Kita bersyukur dengan kedatangan KPK dan kita saling terbuka supaya kita tidak lagi takut KPK. selain itu pembangunan kita selanjutnya harus lebih bagus dan luar biasa,” katanya.

Sebelumnya Wakil Bupati Mimika, Yohanes Bassang dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menenangkan hati seluruh pejabat eksekutif dan legislatif di Mimika agar tidak merasa takut. Sebab kedatangan deputi pencegahan KPK RI ini hanya untuk melaksanakan workshop LHKPN serta pendampingan e-reregistration e-filling LHKPN unit Pengelola LHKPN Pemkab dan DPRD Mimika.

 “Ibu Dian Widiarti bisik kepada saya dan dia bilang, kedatangan kami hanya untuk bagaimana caranya supaya bapak punya pejabat-pejabat ini bisa segera melaporkan mereka punya sapi, kambing, babi dan ayam di rumahnya masing-masing. Begitu juga dengan harta lain seperti gelang, kalung , rekening suami dan  istri, luas tanah, rumah dan harta lainnya. Itu saja tujuan kedatangan mereka, jadi kita tidak perlu takut,” ungkap Bassang.

Wabup Bassang mengaku, ketika awal menjadi calon Wabup, ia juga mempertanyakan apa tujuan pembuatan LKHPN, namun setelah membuat LHKPN secara berulang-ulang, maka hal tersebut menjadi ringan tanpa beban, karena hanya diminta untuk  melampirkan seluruh harta kekayaan  mulai dari deposito yang dilengkapi dengan dialer,  tanah yang dilengkapi dengan sertifikat dan dilampiri  foto copy. LHKPN ini juga menurut dia, sangat perlu agar mengantisiapasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, maka antara harta murni yang diperoleh dengan tetes keringat  dan harta yang bersumber dari hal lainnya bisa dipilah.

“Saya sudah bikin LHKPN ini selama tiga kali.  Yang pertama, saya isi dan kirim, begitu juga yang ke dua dan ke tiga. Di situ saya tahu, ternyata sampai kita punya  jumlah kucing, ayam, bebek  juga ditulis. Sebetulnya pembuatan LHKPN itu sederhana saja. Makanya  tidak perlu takut hanya karena tahu KPK datang. Bidang ini datang untuk mendampingi dan mengajarkan kita, supaya kita bisa menyampaikan apa yang kita miliki. Kalau harta kita tidak ada kaitannya dengan harta negara, maka tidak akan di sita,” ungkapnya.


Terkait hal itu, ia mengajak agar semua pejabat bisa membangun pemahaman yang sama dan bersama-sama mempelajari peraturan KPK melalui aplikasi internet agar tidak salah menilai terkait kunjungan KPK ke Mimika.

“Kunjungan tim KPK yang lalu itu berbeda dengan tim yang sekarang.  Kunjungan tim sekarang untuk mengajarkan kita supaya bisa melaporkan harta kita melalui aplikasi on line. Kalau LHKPN yang saya buatkan itu secara manual, jadi yang sekarang menggunakan sistim on line sehingga perlu mendapatkan pelatihan,” katanya.  (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment