Material Proyek di Area Irigasi Ganggu Pengguna Jalan

Bagikan Bagikan
Material proyek mengganggu pengguna jalan di area Irigasi, Jalan Hasanuddin.(Foto-Salma)
SAPA (TIMIKA) - Pengerjaan proyek Jalan Hasanuddin di area Irigasi mengganggu aktifitas warga sekitar maupun para pengguna jalan yang melintasi area tersebut. Pasalnya, tumpukan bahan material hingga ke badan jalan menyebabkan kondisi jalan menjadi sempit. Padahal, jalan itu termasuk yang padat dilalui kendaraan berlalulintas, khususnya kendaraan dari kota Timika menuju SP-SP dan sebaliknya.

Salah satu pengguna jalan bernama Sulfahri mengeluhkan hal tersebut, karena menyebabkan arus lalulintas menjadi macet. Bahkan, dikuatirkan juga tumpukan maupun material yang berjatuhan di jalan dapat menyebabkan dampak yang tidak diduga, seperti misalnya terjadi kecelakaan, khususnya pada kendaraan roda dua.

“Sebaiknya pekerjaan perluasan jalan di irigasi lebih mengutamakan kepentingan umum. Seharusnya material ditempatkan di sebuah wadah agar tidak mengganggu para pengguna jalan. Bahaya kalau sampai batunya jatuh kena pengendara,” ujarnya Sulfahri ketika ditemui Salam Papua saat melakukan pemantauan di Jalan Hasanudin, area Irigasi, Rabu (5/9).

Melihat hal ini, ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bisa segera merampungkan proyek jalan tersebut.

“Belum lagi polusi udara yang sangat buruk, membuat masyarakat sekitar terkena penyakit batuk, pusing dan lain-lain, serta jualan masyarakat sekitar seperti kios mengalami penurunan omzet karena seringnya ditutup jalanan,” ujar Sulfahri.

Terkait hal ini, Anggota Komisi C DPRD Mimika, Yohanis Wantik, meminta agar kontraktor pengerja proyek khususnya pelebaran jalan agar memperhatikan penempatan material. Ia menilai, hal itu dapat membahayakan pengguna jalan khususnya pada malam hari.

“Kontraktor yang kerja khususnya di Jalan Hasanuddin, SP 5 dan Cenderawasih harus perhatikan penempatan baik batu, pasir, dan truk molen. Biasanya banyak pengguna jalan yang melaju kencang pada malam hari. Belum lagi adanya kendaraan yang tidak mempunyai lampu kendaraan,” ujar Yohanis saat ditemui di Gedung DPRD Mimika.

Kata Yohanis Wantik, dapat menimbulkan kecelakaan dan material yang diletakkan hingga ke badan jalan bisa menyebabkan kemacetan, tentunya menghambat aktifitas masyarakat pengguna jalan. “Jadi kendaraan mau lewat malah tidak bisa,” ujarnya.

Ia pun berharap agar adanya petugas dari Dinas Perhubungan yang ditempatkan untuk mengamankan kelancaran arus lalulintas bagi pengguna jalan. Dan kepada kontraktor pengerja proyek jalan, diminta untuk menggeser material proyek masuk ke sisi jalan agar tidak menganggu pengguna jalan. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment