Mimika Jadi Kota IHK, BPS Survei Biaya Hidup Masyarakat

Bagikan Bagikan
Kepala BPS Mimika, Yunus Wakum, SE.(Foto-Dok)

SAPA (TIMIKA) –Kabupaten Mimika telah dipilih sebagai Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) se Indonesia, karena itu Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika melakukan survei biaya hidup masyarakat Mimika untuk mendapatkan paket komoditas dan nilai konsumsi sebagai dasar perhitungan indeks harga konsumen yang akan digunakan juga untuk menghitung invlasi.

Kepala BPS Mimika, Yunus Wakum, SE mengaku hasil penghitungan invlasi akan diketahui di tahun 2019. Sedangkan proses menuju perhitungan itu didahului dengan survei biaya hidup yang juga telah dilaksanakan sejak awal tahun 2018.

“Sekarang kami masih fokus dan gencar dengan survei biaya hidup yang sudah kami mulai sejak awal Januari lalu. Karena Mimika sudah terpilih sebagai kota IHK di Indonesia,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Kamis (6/9).

Yunus menjelaskan, proses pengumpulan untuk survei biaya hidup ini dilakukan dengan memilih sebanyak 1.200 rumah tangga dan dibagi setiap triwulan. Dimana setiap triwulan akan mensurvei 300 rumah tangga dalam wilayah Kota Timika.

Namun sampai triwulan ke dua belum bisa menunjukkan hasil yang jelas, karena hanya mendapatkan paket komoditas dan nilai konsumsi hasil pengeluaran dari sebanyak 300 rumah tangga itu.

“Kalau nanti nilai konsumsi itu sudah diketahui secara pasti, maka akan menjadi dasar penghitungan invlasi, tapi itu akan diketahui di tahun 2019,” jelasnya.

Hasil akhir yang akan diketahui menurut dia ialah berupa komoditas yang sering dikonsumsi di wilayah kota serta berapa bobot dari masing-masing komoditas tersebut. Dalam hal ini, dimulai dari beras, jagung dan bahan pangan dan makanan lainnya.

Selanjutnya, di tahun 2019 juga akan dipantau persoalan harga, karena dari harga tersebut akan dihubungkan dengan nilai konsumsi dari setiap komoditas sesuai yang dipilih.

“Hingga memasuki triwulan ke dua ini, sudah ada sebanyak 600 rumah tangga yang terdata. Berarti tinggal 600 rumah tangga tersisah dan akan didata di triwulan tiga dan empat,” tuturnya.

Kriteria  rumah tangga yang disurvei menurut dia, minimal 2 hingga 10 yang didahului dengan list, karena dalam satu kelompok  rumah tangga terdapat  2 sampai 4 dan 4 sampai 7 serta 8 sampai 10 orang. Dengan keterwakilan kriteria itu akan muncul nilai biaya hidup. Dimana, jika ada rumah tangga yang hanya 2, maka pengeluarnya hanya sedikit.

“Tidak ada kategori khusus profesi dalam survei kami, karena apapun pekerjaannya, yang perlu diketahui berapa pengeluaran dan apa yang dikonsumsi. Tahun ini Mimika baru terpilih sebagai kota IHK, karena sebelumnya hanya Merauke dan Jayapura,” tuturnya. (Acik).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment