Pemuda Papua Bentuk Organisasi Bantu Pemerintah

Bagikan Bagikan
Para pemuda tergabung dalam organisasi gerakan pemuda transformasi (Gaperta).(Foto-Atr)

SAPA (JAYAPURA) - Sejumlah Pemuda di Papua membentuk organisasi gerakan pemuda tranformasi (Gaperta) untuk membantu pemerintah menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Pemuda Papua terus gelisah dengan berbagai persoalan di daerahnya sehingga bertekad membentuk satu wadah untuk membantu pemerintah.

"Dalam melakukan berbagai diskusi kami, akhirnya pada 5 September 2018 bertepatan dengan pelantikan Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk periode kedua," kata Benyamin Gurik, Ketua Gaperta di Jayapura, Kamis (6/9).

Menurutnya wadah ini lahir atas dasar sebuah kesadaran dengan mengacu pada melihat realitas yang terjadi di Papua hari ini.

"Kita di Papua di berhadapan dengan banyak persoalan terutama dengan tantangan yang sedang dihadapi oleh rakyat Papua hari ini begitu kompleks," ujarnya.

Pemuda tidak bisa membiarkan pemerintah sendiri melaksanakan tugasnya untuk menyelesaikannya, untuk itu teman-teman pemuda berpikir untuk perlu ada peran untuk berkontribusi langsung.

Lantaran itu, lanjut dia kelompok pemuda selalu berada di garda depan untuk melakukan pembelaan, kini peran pemuda di Papua tidak begitu nampak, pemerintah sendiri bekerja sendiri
Kelompok pemuda juga tidak terlalu mengambil peran untuk lebih optimal untuk mendukung apa yang dilakukan oleh pemerintah.

"Untuk itu kami bersepakat membentuk wadah ini dengan tujuan mendiskusikan persoalan-persoalan yang terjadi di Papua lalu membantu pemerintah untuk menyelesaikan dan mencari solusi," ujarnya.

Dia mencontohkan membantu pemerintah seperti kasus penerimaan institusi pemerintahan dalam negeri (IPDN) yang menuai protes.
Mendorong pemerintah untuk mempersiapkan anak-anak sekolah atau pemuda untuk mempersiapkan diri masuk ke IPDN.

Masalah lain, pemerintah selalu mengirim mahasiswa keluar Papua. Wadah ini membantu pemerintah agar dana itu alangkah baiknya digunakan untuk memperbaiki pendidikan di Papua.

Karena itu, tambah dia jika pemerintah terus mengirim mahasiswa keluar Papua maka sampai kapan pun pendidikan di Papua tidak maju.
"Masih banyak peran dan kontribusi lainnya yang kami akan dorong perjuangkan kedepan bersama pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Sony Wayangkau, juru bicara Gapetra sangat berharap dari pemerintah daerah untuk memberikan ruang bagi pemuda untuk bekerja sama.

"Gapetra  juga membuka diri bagi pemuda dan siapa saja untuk datang dan berdiskusi terkait apa saja," tambah Sony. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment